Melihatmu dari jarak sedekat itu adalah hal yang selalu kunantikan.
Membayangkanmu ada disini adalah hal yang selalu kuharapkan.
Dulu terasa dekat dengan berjarak seribu kilometer.
Namun seketika hanya berjarak satu meter bagai terpisah jurang membentang.
Jarak ini memang hanya satuan panjang.
Kita sendirilah yang telah menciptakan jarak yang sebenarnya.
Mungkin benar inilah saatnya pergi dan melupakan semuanya.
Membayangkanmu ada disini adalah hal yang selalu kuharapkan.
Dulu terasa dekat dengan berjarak seribu kilometer.
Namun seketika hanya berjarak satu meter bagai terpisah jurang membentang.
Jarak ini memang hanya satuan panjang.
Kita sendirilah yang telah menciptakan jarak yang sebenarnya.
Mungkin benar inilah saatnya pergi dan melupakan semuanya.
Di satu sisi aku hanya ingin kejelasan semua hal.
Begitu banyak pertanyaan dalam batinku yang ingin kutahu jawabnya.
Di sisi lain, aku tidak siap mengetahui semua yang sebenarnya terjadi.
Dan ingin membiarkan semuanya berlalu.
Seperti sedia kala.
Kembali ke keadaan semula layaknya inersia.
Begitu banyak pertanyaan dalam batinku yang ingin kutahu jawabnya.
Di sisi lain, aku tidak siap mengetahui semua yang sebenarnya terjadi.
Dan ingin membiarkan semuanya berlalu.
Seperti sedia kala.
Kembali ke keadaan semula layaknya inersia.
Kau tahu seberapa tinggi bendungan yang kubangun untuk menahan luapan perasaan ini?
Aku hanya tidak ingin ia mengalir lagi seperti dulu.
Aku sangat takut bendungan itu jebol saat bertemu denganmu dan membicarakan semuanya.
Walaupun kutahu selamanya akan tersiksa dengan perasaan ini.
Namun aku memilih untuk menahan sesuatu yang tidak semestinya.
Aku tak akan membiarkan ia mengalir lagi.
Aku sangat takut ia mengalir ke muara dosa.
Aku hanya tidak ingin ia mengalir lagi seperti dulu.
Aku sangat takut bendungan itu jebol saat bertemu denganmu dan membicarakan semuanya.
Walaupun kutahu selamanya akan tersiksa dengan perasaan ini.
Namun aku memilih untuk menahan sesuatu yang tidak semestinya.
Aku tak akan membiarkan ia mengalir lagi.
Aku sangat takut ia mengalir ke muara dosa.
Sekuat mungkin aku akan menahannya.
Hingga suatu saat nanti ada yang benar-benar membuatkan sungai untukku.
Tempat perasaanku mengalir sesuai ketentuan-Nya.
Dan bermuara ke surga.
Hingga suatu saat nanti ada yang benar-benar membuatkan sungai untukku.
Tempat perasaanku mengalir sesuai ketentuan-Nya.
Dan bermuara ke surga.
Masih di Semarang,
6 Mei 2018
Berada di fase "quarter life crisis" membuatku sadar betapa hebatnya orang-orang dewasa di sekitar kita. Orangtua kita yang berhasil bertahan hingga sekarang dan telah hidup dalam kemapanan yang mereka perjuangkan sewaktu seumur kita. Saat ini giliran kita yang berada di fase yang katanya 'menentukan' masa depan. Begitu banyak hal yang bisa membuat menyerah bahkan sebelum berjuang, tapi hanya butuh satu alasan untuk bertahan. Dan jujur saat ini aku belum menemukan alasan itu.
Hidup ini terlalu banyak pilihan. Aku sering berandai-andai kalau saja hidup ini seperti film fiksi ilmiah Divergent atau The Giver, dimana dunia diatur oleh sistem yang membuat manusia berkontribusi sesuai yang dipilihkan untuknya, sesuai kemampuannya, bakat yang dimilikinya. Hidup seperti itu lebih mudah untukku yang saat ini belum tahu harus berperan sebagai apa. Kita tak perlu risau menjadi orang yg ga berguna, kita gaperlu takut gagal dan berusaha "fit in" di bidang yang kita ga mampu atau ga ingin. Ya, tapi dunia seperti itu mematikan empati dan emosi kita sebagai manusia. Tapi untuk orang sepertiku, aku membutuhkan tempat itu. Tempat dimana aku bisa menjadi sesuatu, dan menerima takdirku.
Kadang aku percaya kalau semua ini hanya sementara, ya semua rasa tidak nyaman dengan keadaan maupun diri sendiri seperti ini. Tapi tak jarang pula aku berpikir bahwa ini tak kan berakhir hingga aku sendiri yang mengakhirinya. Itulah mengapa aku kagum terhadap orang2 yang berhasil melewatinya. Berada di fase quarter life crisis sangat menyesakkan.
Siang ini aku berniat untuk menyelesaikan revisi UGB TA ku, entah kenapa pengen ganti wallpaper laptop, biar lebih semangat aja. Aku pengen wallpaper foto yang merepresentasikan momen yang memorable buat aku. Tadinya mau pake foto waktu backpacker ke Singapore awal tahun lalu, karena menurutku itu pengalaman yang bener-bener make me living my life. Tapi tiba-tiba entah kenapa aku memutuskan untuk menggunakan foto GPASN full-team berlatar kanopi dan trap merah yang jadi favorit kami. Here it is...
| GPASN |
Karena di foto itu ada GPASN dan SMA 3 Semarang, sebuah paket komplit yang bisa kembali mengingatkanku dengan hal terbaik yang pernah ada dalam hidupku. Selain itu, biar ada motivasi buat cepet nyusul lulus kayak mereka :"
Tiba-tiba otakku kembali flashback ke masa-masa itu, walapun samar-samar tapi tetap menyenangkan dan membanggakan, as always~
~~~
Kenapa dari dulu selalu berlari kencang hanya di awal, cuma sebentar, terus berjalan cepat, kemudian perlahan-lahan melambat, dan jalan biasa akhirnya, haha.
Seperti kuliahku sekarang. Dulu selalu semangat mengambil sks full 24 (biar cepet lulus katanya), KKN tematik di semester 6 (biar tambah cepet lulus niatnya), sampai akhirnya aku merasa semua itu sia-sia, strategi yang aku pikir bisa membantuku cepat mentas dari sini berasa hoax and just a daydreams for me. Semua itu hancur setelah negara api menyerang (baca: KP). Aku memang memutuskan KP di periode dua karena dulu masih idealis kepengen KP di perusahaan besar lah, multinasional lah, tambang lah, offshore lah, prett. Intinya yang membutuhkan waktu lama untuk pendaftarannya. Selain itu memang ada pertimbangan lain untuk tidak melaksanakan KP di periode pertama, karena kebetulan pas liburan semester 5 ada agenda PELTAC di Malaysia, lagi pula aku memang berniat KKN tematik di semester 6 sehingga aku pikir tidak akan terlalu berdampak signifikan dengan memundurkan KP ke libur semester 6, walaupun sebenernya nilai dan sks ku sudah cukup untuk KP di semester 5. Udah lama pengen cerita masalah KP ini, tapi ya udahlah, udah kejadian juga. Sebenernya bukan masalah mau KP periode berapa, disini masalahku karena seminar KP nya lama. Literally so long~ Katakan aku KP di bulan Juli-Agustus 2016, aku acc laporan KP ke dosen pembimbing November 2016, masalah muncul saat aku mau mendaftar seminar KP, jadi ada tiga periode, periode satu udah lewat (bulan Oktober), tinggal periode dua dan tiga. Aku telat satu hari daftar di batas periode dua, jadi otomatis masuk periode tiga. Tadinya aku pikir periode tiga setelah UAS, sekitar bulan Desember 2016, masih okelah, tapi ternyata setelah UAS masih periode dua yang nyusul-nyusul karena saking banyaknya, and you know when the periode tiga seminar KP is? Yups, Februari 2017, setelah agenda KKN reguler selesai dan mulai masuk perkuliahan semester 8. And this is definitely right:
"It may be unfair, but what happens in a few days, even a single day, can change the course of a whole time" -Khaled Hosseini (The Kite Runner)Gila rasanya nunggu selama itu, telat sehari nunggunya berbulan-bulan, tau gitu aku KKN reguler aja biar liburan semester berfaedah. Oya, pas liburan semester aku ga ngapa-ngapain, literally gabut segabut-gabutnya. Harusnya aku bisa sih nyusun UGB buat TA, tapi selama liburan itu aku malah meratapi nasib ambil KP periode dua dengan tema "limcar" (limbah cair.red). Setelah itu revisi laporan KP habis seminar juga banyak :" *untungakusabar.
Inget ga yang aku pernah posting tentang kalau lari itu lebih ke perkara kekuatan mental bukan kekuatan fisik? Hmm ngarang sih, aku juga nggak nyari risetnya, tapi senggaknya itu yang aku rasain. Bukan lari yang bener-bener lari buat olimpiade lho ya, cuma lari buat seleksi penerimaan sesuatu atau lari buat penilaian olahraga. Ini yang aku rasain sekarang. Rasanya lihat orang-orang jauh didepanmu udah pada TA, running, sempro, semhas, sidang, wisuda, its such a hkjashjkdahk for me. Mental gue emang bosok dari dulu. Tapi kali bener-bener kayak gimana yah, susah buat jelasinnya. Intinya lo ada di posisi dimana lo udah gabisa percaya sama diri lo lagi, kayak gabisa bangkit gitu deh, terpuruk tapi yaudah gitu aja, ga berbuat apa-apa. Aku nulis kayak gini sekarang juga sebenernya miris.
Dan sekarang habis KP terbitlah TA *my second "negara api menyerang". Beda kasus sih kalau masalah TA ini, dan gabisa aku share disini. Tapi kayak gimana sih rasanya kalau kamu udah berusaha mati-matian biar bisa struggling, dan cepet mentas dari sini, bener-bener hati-hati di awalnya, tapi malah melakukan kesalahan di akhir-akhir, sumpah ya, tinggal selangkah lagi loh, lo dapet gelar ST, terus kerja, meet prince charming *onmydreams and then happily ever after, aamiin. Tadinya aku ambil perbaikan, ada yang dapet B, sama C, tapi udah give up semua habis UTS, udah males kuliah, kayak ga guna, satu-satunya hal yang pengen aku lakuin cuma cepet lulus, ga bayar ukt *mustahil sih kalo ini, secara udah bulan segini, tapi ya semoga dikasih rejeki sama Allah aamiin.
Oya, satu lagi yang masih mengganjal. Ibarat garis finish udah kelihatan di depan mata, tapi seolah aku kayak jalan di tempat, stuck, bukan jalan biasa lagi kayak biasanya. Padahal aku sadar kalo ini bener:
"It doesn't matter how slowly you go as long as you don't stop" -Confucius
Tapi yaudahlah~ Faktor pendorong jelas, UKT yang mahal, dan ya to be honest, I don't really like to be here. Tapi aku cuma ngerasa kalo When I finished, I don't deserve the trophy yet.
Salah nggak sih kalau seorang kakak ingin yang terbaik untuk adiknya? Aku pikir semua kakak pasti akan ingin adiknya menjadi lebih baik dari dirinya, dalam konteks apapun. Karena seperti yang seringkali seorang kakak katakan kepada adiknya bahwa "Saya pernah jadi kamu, tapi kamu belum pernah jadi saya". Dalam hal pengalaman sang kakak sudah barang tentu merasakan lebih banyak dan lebih dahulu daripada adiknya. Sebagai seorang kakak, aku benar-benar ingin membuka pikiran adikku yang saat ini sedang duduk di bangku kelas 12 dimana setelah ini dia akan menempuh pendidikan tinggi. Aku sama sekali tidak menginginkan dia merasakan apa yang aku rasakan. Well, aku masuk di salah satu PTN, lewat jalur undangan atau SNMPTN kala itu, entah harus menyebutnya sebagai keberuntungan atau ketidakberuntungan, aku masuk di jurusan pilihan ketiga pada universitas pilihan keduaku. Bukannya tidak bersyukur tapi rasanya kuliah di tempat yang bukan cita-citamu itu benar-benar tidak enak. Dan membuatku selalu menggemakan kata-kata ini dalam pikiranku
"Kamu harus melakukan apa yang harus kamu lakukan, bukan apa yang kamu inginkan", tersiksa lahir batin.
Dan aku nggak pengen adikku ngerasain itu. Aku pengen dia kejar cita-citanya jadi tentara atau pilot. Apapun tantangannya gimanapun proses seleksinya. Aku cuma pengen dia ga nyesel nantinya kalo ga pernah nyoba buat dapetin kesempatan melakukan hal yang paling dia inginkan. Pengen banget menyadarkan dia kalo mengejar mimpi itu ga pernah salah. Dan pengen dia ngerasain gimana bangganya kalau bisa masuk sekolah/kuliah di tempat yang dia dambakan. Gimana rasanya jalanin hari penuh semangat, bisa hidup dalam mimpinya. Tentunya hal itu juga jadi impian semua orang kan? Dulu aku pernah merasakannya, setidaknya sampai aku kuliah :" tapi rasanya benar-benar kenangan yang tak terlupakan. Aku merasa hidup, punya tujuan, ada mimpi yang harus dikejar. Ya-dulu-pernah-selama-aku-bisa-mengingatnya.
Mungkin memang kadang kita takut untuk memperjuangkan mimpi kita, begitu pula aku, pernah mengalaminya. Disaat kita menyerah atas apa yang paling kita inginkan, saat itulah hati kita sakit, kalau hati kita bisa berekspresi dia pasti sudah menangis karena kita menyerah dan karena kita tidak mendengarkannya.
Padahal keinginan hati kita adalah keinginan semesta, dia menjadi petunjuk hidup kita, di dalam buku The Alchemist-nya Paulo Coelho, itu disebut legenda pribadi, hal yang selalu ingin kita lakukan di dunia dan itulah misi kita di dunia yang fana ini. Kita diciptakan untuk itu, dan dulu kita mengetahuinya saat kita masih kecil kita selalu tahu apa yang kita inginkan, tapi semakin bertambah dewasa semuanya terlihat mustahil. Memang benar bahwa keajaiban hanya dimiliki oleh anak kecil, ya mungkin karena hanya mereka yang mempercayai itu, orang dewasa sudah terlalu "realistis" dan terbiasa dengan ketidakadilan kehidupan ini.
Aku sendiri sudah membaca buku ini saat terpuruk di tahun 2014, dan ya sedikit memberikan pencerahan. Tapi tidak bisa banyak menolong karena aku sadar kalau aku telah salah jalan. Dan saat itulah aku membuat kesepakatan dengan hatiku bahwa aku akan membuatnya menderita tapi hanya 4 tahun saja, dan setelah itu aku janji akan menuruti keinginnya untuk melakukan apapun yang disukainya.
"Katakan pada hatimu bahwa takut menderita itu lebih buruk daripada menderita itu sendiri. Dan bahwa tidak ada hati yang pernah menderita saat ia mengejar mimpi-mimpinya, karena setiap detik dari pencarian itu adalah detik perjumpaan dengan Tuhan dan dengan keabadian." The Alchemist – Paulo Coelho
"Kamu harus melakukan apa yang harus kamu lakukan, bukan apa yang kamu inginkan", tersiksa lahir batin.
Dan aku nggak pengen adikku ngerasain itu. Aku pengen dia kejar cita-citanya jadi tentara atau pilot. Apapun tantangannya gimanapun proses seleksinya. Aku cuma pengen dia ga nyesel nantinya kalo ga pernah nyoba buat dapetin kesempatan melakukan hal yang paling dia inginkan. Pengen banget menyadarkan dia kalo mengejar mimpi itu ga pernah salah. Dan pengen dia ngerasain gimana bangganya kalau bisa masuk sekolah/kuliah di tempat yang dia dambakan. Gimana rasanya jalanin hari penuh semangat, bisa hidup dalam mimpinya. Tentunya hal itu juga jadi impian semua orang kan? Dulu aku pernah merasakannya, setidaknya sampai aku kuliah :" tapi rasanya benar-benar kenangan yang tak terlupakan. Aku merasa hidup, punya tujuan, ada mimpi yang harus dikejar. Ya-dulu-pernah-selama-aku-bisa-mengingatnya.
Mungkin memang kadang kita takut untuk memperjuangkan mimpi kita, begitu pula aku, pernah mengalaminya. Disaat kita menyerah atas apa yang paling kita inginkan, saat itulah hati kita sakit, kalau hati kita bisa berekspresi dia pasti sudah menangis karena kita menyerah dan karena kita tidak mendengarkannya.
Padahal keinginan hati kita adalah keinginan semesta, dia menjadi petunjuk hidup kita, di dalam buku The Alchemist-nya Paulo Coelho, itu disebut legenda pribadi, hal yang selalu ingin kita lakukan di dunia dan itulah misi kita di dunia yang fana ini. Kita diciptakan untuk itu, dan dulu kita mengetahuinya saat kita masih kecil kita selalu tahu apa yang kita inginkan, tapi semakin bertambah dewasa semuanya terlihat mustahil. Memang benar bahwa keajaiban hanya dimiliki oleh anak kecil, ya mungkin karena hanya mereka yang mempercayai itu, orang dewasa sudah terlalu "realistis" dan terbiasa dengan ketidakadilan kehidupan ini.
Aku sendiri sudah membaca buku ini saat terpuruk di tahun 2014, dan ya sedikit memberikan pencerahan. Tapi tidak bisa banyak menolong karena aku sadar kalau aku telah salah jalan. Dan saat itulah aku membuat kesepakatan dengan hatiku bahwa aku akan membuatnya menderita tapi hanya 4 tahun saja, dan setelah itu aku janji akan menuruti keinginnya untuk melakukan apapun yang disukainya.
"Katakan pada hatimu bahwa takut menderita itu lebih buruk daripada menderita itu sendiri. Dan bahwa tidak ada hati yang pernah menderita saat ia mengejar mimpi-mimpinya, karena setiap detik dari pencarian itu adalah detik perjumpaan dengan Tuhan dan dengan keabadian." The Alchemist – Paulo Coelho
Pernah ga sih kalian merasa begitu tertinggal? Saat semua orang berlari kencang, kita malah ngos-ngosan berada di belakang. Ketika semua orang berada jauh didepan, kita justru masih berdiam diri di tempat. Hingga semua itu membuat kita berpikir untuk harus berlari sendiri karena orang-orang telah mendahului kita. Mau tidak mau kita harus mencapai garis finish itu, tidak peduli dengan atau tanpa orang-orang. Karena sejatinya setiap orang berlari pada lintasan yang berbeda sesuai kapasitas masing-masing. Bahkan kita berlari dengan tujuan yang berbeda pula. Bisa jadi garis finish orang lain bukanlah garis finish kita, pun sebaliknya. Jalani lintasan yang ada didepan kita, mau berjalan ataupun berlari itu pilihan, yang penting jangan pernah berhenti. Kalau kita pernah melakukan kesalahan yang membuat kita tidak ingin melangkah lagi, ingatlah bahwa masih ada tujuan didepan sana yang harus diperjuangkan, dan masih ada impian yang harus menjadi kenyataan. Tidak peduli seberapa lelah, seberapa sakitnya terjatuh, kita harus tetap menuju garis itu. Meskipun kita membutuhkan waktu lebih lama dari orang-orang, bukan berarti mereka lebih baik dari kita, semua itu hanya masalah waktu dan kita sendiri yang harus membuktikannya. The most important thing is we have to know the direction to our goals and keep moving forward to reach ‘em.
Ada titik lain juga dalam hidup manusia, ia kehilangan dirinya sendiri. Segala impian dan cita-citanya terlihat semakin jauh. Apalagi ditengah usia yang semakin bertambah, sementara rasanya ia belum menjadi siapa-siapa. Bahkan tegak dengan kaki sendiripun tidak, bahkan untuk mengambil keputusan pentingpun ragu. Ia kehilangan dirinya sendiri, dirinya yang dulu begitu bersemangat dan antusias, dirinya yang penuh cinta dan mata yang percaya diri. Hingga akhirnya, ia sibuk mencari dirinya sendiri. - Kurniawan Gunadi
Sir, I'm a bit nervous
'Bout being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Very soon I'm hoping that I...
'Bout being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time,
See in this box is a ring for your oldest
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Very soon I'm hoping that I...
Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
She's been hear every step
Since the day that we met (I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far (So bring on the better or worse)
And till death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart...
Since the day that we met (I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far (So bring on the better or worse)
And till death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart...
I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
Read more: Brian McKnight - Marry Your Daughter Lyrics | MetroLyrics
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always be there, like you've been there
If you need me closer, I'll be right over
I swear, I swear
Every time that I need you by my side
Every time I lose my way in life
You're my circle of life, compass and guide
There behind me
And one day when the tables finally turn
And it's me you're depending on
I'll put you first, hold you close
Like you taught me
Know that I'll be there for you, for you
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always be there, like you've been there
If you need me closer, I'll be right over
I swear, I swear
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always care for you, go anywhere for you
If you need me closer, I'll be right over
I swear, ooh
There are days when I just don't want to talk
And your feelings hit a wall
But that won't change
The love you've raised inside this family
Everything that I do is to make you proud
I just want to say it, and say it loud
You're my heat when I'm cold
The place I call home, and always will be
Know that I'll be there for you, for you
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always be there, like you've been there
If you need me closer, I'll be right over
I swear, I swear
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always care for you, go anywhere for you
If you need me closer, I'll be right over
I swear, ooh
Having someone to go to
Having someone to love
Having both is a blessing
That was sent from above
Oh I know that wherever I'll go
You'll be forever in my heart
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always be there, like you've been there
If you need me closer, I'll be right over
I swear, I swear
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always care for you, go anywhere for you
If you need me closer, I'll be right over
I swear, ooh
https://www.musixmatch.com/lyrics/Harris-J/I-Promise
Dear Diary,
Well, KKN Tematik di semester ini merupakan salah satu unexpected decision dalam hidupku. Ya, karena memang targetku untuk selesai KP dan KKN di semester 6. Sedangkan aku baru mengambil KP di liburan semester ini, jadi aku memutuskan untuk mengikuti KKN Tematik.
Dari Teknik Lingkungan sendiri yang mengikuti KKN Tematik, Aku, Ipeh, Lely, Junda, Musthofa dan Kak Yudha. Kebetulan aku satu kelompok bersama Ipeh di Desa Kalongan.
KKN Tematik kali ini bertema Posdaya. Awalnya sempat bingung apa itu Posdaya, bagaimana konsepnya, nanti progamnya apa aja, dll. Tapi setelah pembekalan selama satu minggu, jadi mulai ada pencerahan tentang KKN Posdaya ini. Jadi dalam Posdaya yang akan didirikan di tingkat RW ini berupa forum komunikasi antar masyarakat yang terhubung dalam pilar-pilar seperti lingkungan, pendidikan, kewirausahaan, dan kesehatan. Harapannya dengan adanya Posdaya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam berkeluarga.
Satu desa 20 orang dan kami berdua puluh ditempatkan di Desa Kalongan. Sebenarnya karena posdaya ini tingkat RW, jadi oleh Bapak Kades, Pak Yarmuji kami disarankan untuk ke RW 13 yang masyarakatnya kooperatif dan beliau merekomendasikan RW tsb karena disana terdapat air terjun yang menurutnya berpotensi untuk dijadikan pembangkit mikrohidro. Hmm kerjaan anak elektro tuh haha. By the way, dua puluh orang yang akan menjadi teman serumah di tempat KKN itu ada Mas Gilar, Mas Huda, Sam, Anggita, Ipeh, aku yang dari teknik, terus Dian dari psikologi, Dyna kelautan, Mbak Fenita kedokteran, Fila, Kris, Sharla, Yayan dari FKM, Nimas dari FEB, Pram FPP, Putri, Shinta dari FISIP, Mbak Yovita Hukum, Yuni Ilpus FIB, and last but not least Yunior dari Biologi FSM.
Sebelum diterjunkan untuk melaksanakan program, sebelumnya kami melakukan pendataan keluarga terlebih dahulu. Pendataan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan keluarga yang terbagi menjadi keluarga pra sejahtera, KS 1, KS 2, KS 3, dan KS 3+. Setelah itu barulah kami merumuskan program apa yang akan dilaksanakan selama 23 hari KKN. Program yang harus kami laksanakan ada 2 macam yaitu pertama program monodisiplin yang sesuai dengan bidang keilmuan kami masing-masing. Kemudian juga program multidisiplin dimana dalam menjalankan program tersebut memerlukan kolaborasi dari beberapa disiplin ilmu. Untuk program monodisiplinku, pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari sampah anorganik, dan edukasi lingkungan dalam program Enviro Rangers. Sebenarnya program Enviro Rangers tadinya ingin dilaksanakan di SD setempat, tapi ternyata SD Kalongan tidak terletak di RW 13 sehingga tidak bisa dilaksanakan di SD, akhirnya Enviro Rangers dilaksanakan di TPQ Dusun Ngaliyan.
“Well, KKN become my routine activities in weekend. It held from Friday until Sunday, so I have spent my worthy weekends in Kalongan. But, its more interesting to have something worth to do in your precious times. Maybe the worst thing is when there is no water for take a bath or wash dishes, then you can’t use water as much as you can like you do when you’re at home, so we have to use water wisely.”
3 April 2016
Hari ini pertama kali kami ke Desa Kalongan, niatnya kulanuwun ke bapak kades sekaligus menanyakan perihal kontrakan tempat kami tinggal hingga akhir Mei nanti Kami berangkat bersama dari Tembalang pukul 10.00 kira2 sampai pukul 12 siang. Well, perjalanan ke desanya tidak terlalu susah, kami cukup mudah sampai ke rumah bapak Yarmuji, Kades Kalongan.
Tapi ternyata Pak Yarmuji sedang tidak berada di rumah, beliau masih di hutan karet (sering disebut “alaska” alas karet katanya.red).
Setelah dua jam menunggu, barulah pak kades datang. Kami menjelaskan maksud kedatangan kami, dan sedikit membuka pembahasan mengenai KKN Tematik Posdaya, bahwasannya program kami berbasis RW dan waktu kerja hanya di hari Jumat, Sabtu, Minggu. Pak kades langsung menyarankan RW XIII, Dusun Ngaliyan untuk pelaksanaan program KKN Posdaya ini. Setelah itu kami pamit dan membuat janji untuk melakukan survey di hari berikutnya.
Saat perjalanan pulang hujan deras, aku bonceng Kris dan kita berhenti sebentar di jalan raya ungaran. Sebenernya zonk banget survey pertama ini huhu mana besok UTS pula, dan belum belajar sama sekali
Pas kehujanan antara mau nunggu tapi hujannya deres banget dan kemungkinan besar bertahan lama, akhirnya aku dan kris memutuskan untuk menerjang badai (eh hujan maksudnya) demi segera pulang ke tembalang dan belajar untuk UTS, hidup mahasiswa! Wkwk oiya, si kris ini anak aktivis, dia waka bem FKM, hmm si kris minjemin jas hujan punya temennya ke aku, sayangnya cuma bawa satu jas hujan, dan itu jas hujan egois. Aku cuma pake atasannya karena ribet kalo pake celananya juga. Sumpah dingiiin banget, di jalan rasanya kayak digebyur air banyak, bukan hujan ini mah, air hujannya kayak disuntak, btw jadi kasian sama si kris dia gapake apa2, Cuma jas almet doang :”
Selasa malem kita kumpul di OTI buat briefing KKN minggu ketiga, pembahasannya nentuin nama Posdaya, asli ngakak abis. Aku sih nyaranin pake nama sansekerta gitu atau basa kawi jawa kuno kan keren, terus masih nyimpen daftar nama sansekerta buat nama tim lomba kemaren, tapi yang huruf depannya A. Eh malah si pram ngawur, dia nyaranin nama Anggaraksa Huda, tongkatnya mas huda wkwk, terus diplesetin Anggaraksa Frodo, tongkatnya si Frodo. Oya, mas huda dipanggil Frodo gara2 pas survey kedua, pak kades bilang kalo mas huda mirip pemain film The Lord of The Ring wkwkwk, rambutnya kriwil2 gitu :3
Minggu I
9 - 10 April 2016
Hari ini kami udah mulai dihitung waktu kerja KKN,minggu ini kami melakukan pendataan keluarga di RW, untuk membuat peta keluarga. Di RW 13 ada 6 RT, aku sama yayan dan mbak fenita satu kelompok kebagian jatah RT 2, RT-nya Pak Isman yey. Oya, Pak Isman itu Kadus Ngaliyan, bapaknya superrr baik, selalu nawarin makan dan beliin gorengan + teh anget sore2~
Pemetaan keluarga dalam program posdaya fungsinya agar tahu jumlah keluarga prasejahtera, KS1, KS2, KS3, dan KS3+. Fyi, pengelompokkan keluarga itu menurut kemampuan ekonomi, sosial, dan rohaninya. Jadi nanti ketahuan alasan sebuah keluarga termasuk keluarga apa, dilihat dari pendidikan, kesehatan, rumah, keagamaan, dll. Nantinya setelah terkumpul semua data, direkap satu RW, dan dijadikan peta keluarga, fiuh.
Untuk minggu ini kami masih belum tinggal di kontrakan. Kontrakannya rumah Pak Sugiyan, yang konon juragan atau orang terkaya di kalongan wkwk, gatau deng yang jelas katanya rumahnya banyak. Dan kontrakan kita nanti itu sebenernya kayak ruko yang belum jadi, tapi malah udah disewain :” yaudahlah mau gimana lagi, lagipula setelah banyak pertimbangan kami memutuskan untuk mengontrak di satu rumah saja. Karena kalo bolak-balik dan barang bawaan kami yang banyak itu bisa ganggu si penilik rumah kalo kita numpang di rumah warga.
Hmm jadinya untuk minggu ini kami tinggal di “rumah nimas” ya begitulah kami menyebutnya. Sebenernya itu rumah teman ayahnya Nimas, tapi karena ga dipake jadi kami bisa menginap dulu disitu sampai minggu depan kontrakan sudah bisa ditinggali.
Minggu pertama KKN sama mereka udah banyak banget yang bikin ngakak, lucu. Yang paling aku inget insiden CD di rumah kadus haha. Jadi kan aku nebeng yayan minggu ini, nah pas mau balik dari rumah pak kadus, ternyata ada CD ketinggalan, masih di dalam kardus, kayak baru gitu. Sama pak kadus ditanyain ke aku sama yayan, itu CD siapa, nah si yayan dengan pede dan meyakinkan (bukan, dia memang sok) bilang kalo itu punya mas huda karena kemaren mas huda bilang dia mau beli sesuatu.
Wkwk yaudah sih aku percaya aja. Sampe minggu sorenya mas huda ngechat di grup line “CD di rumahnya pak kadus punya siapa? Bukan punyaki tau, ngawur iki”. Sedangkan kita pada taunya itu punya mas huda kan, haha dan dia bilang harkat martabatnya turun gegara disms pak kadus tentang CD itu wkwkwkwk LOL banget!
Minggu II
15-17 April 2016
Sebenernya ini minggu ter-hectic ku, karena berasa jadi buronan, aku sekdes dan LRK belomm jadiii, sebenernya udah jadi deng tapi kan revisi terus jadi bingung. Disuruh asistensi ke semua dosen, dan ya minggu ini pun aku masih sibuk ngurusin deadline lainnya. Jujur, dari hari minggu kemaren, sampai mau kkn lagi minggu ini, aku Cuma tidur di rumah dua hari, yaa gara2 ngerjain desain eco house sama lisa, naufal, aul dan malemnya luntang-lantung sama lisa di kost2an orang-orang ngebut kirim desain lomba ini, lebih parah daripada deadline tubes (tugas besar.red), jadi bener-bener fokusnya bercabang.
Well, minggu ini pertama kalinya kami tinggal di kontrakan. Fyi, kami masak2 sendiri, dan chefnya si shinta aka Mami. Dia udah ribut-ribut di grup mau belanja apa aja buat makan 2 hari ini.
Minggu ini nebeng mas huda, haha masih inget kejadian minggu kemarin wkwk. Udah kenal mas huda dari dulu tapi baru tahu kalo kontrakannya di durian, jadi deket sama rumahku. Yuadah deh nebeng sama dia ketemuan di Alfamart yang baru, eh helm malah ketinggalan di rumah, yaudah deh ngambil dulu terus langsung bablas ke kalongan. Nyampe disana si ipeh udah dateng duluan dan gabisa masuk kontrakan karena juru kunci (pram.red) malah belum dateng -_-
Agenda minggu ini masih melanjutkan pemetaan, mulai ngurusin SK pembentukan Posdaya. Sabtu malamnya aku, anggita, dian, dyna ikut pengajian di RT 5.
Terus main werewolf sampe berapa putaran ya? Lupa, banyak pokoknya. Haha dan aku dibilang bermuka dua sama pram, mbak yovita. Seru banget, sampe mau tidur masih dibahas aja. Selain werewolf kami sukanya main Uno sama remi. Yang unik kalo main Uno kata “uno” diganti apa, dan gaboleh nyebut angka. Jadi kalo kamu tinggal satu kartunya, bilang “apa” tapi kalo kamu ngomong ‘apa’ ditengah2 permainan, nambah 2 kartu. Dan kalo kamu nyebut angka, ngambil kartu sejumlah angka yang kamu sebutin itu. Paling ngakak waktu mas gialr ngerjain si pram, nanyain harga galon, dan pram jawab 5000 haha. LOL.
Minggu III
22-24 April 2016
Minggu ini udah kelar rekap data keluarga, tinggal bikin petanya.
Hari sabtu program pertama jalan, programnya mbak fenita sama fila di TPQ. Tadinya sempet hampir batal karena pak kadus sedang berduka, keponakannya meninggal dunia hari sabtu ini, innalillahi :” Tapi akhirnya program tetap berjalan di rumah Pak Ketua RW, Pak Puriyo. Sabtu sore aku bantuin yayan ke bu bidan buat minta data. Minggunya program kris sama fila yang jalan waktu PKK ibu2.
(Nb: entah kenapa suka foto ala-ala candid sama yayan wkwk, ini kita lagi ikutan PKK and for the first time in forever~ aku nyanyi mars PKK haha)
Minggu IV
29 April - 1 Mei 2016
Dari hasil rapat posdaya minggu kemaren, terbentuklah posdaya di RW 13 ini dengan nama “Dangkel Semi”. Menurut cerita mas huda yang entah bener atau ngarang sendiri, dangkel itu kayu yang sudah terpotong, jadi tidak mungkin bangkit, sedangkan semi berarti bersemi. Udahlah, abaikan~ Jadi ikutan ngawur aku haha.
Minggu ini program yuni bikin rak taman bacaan hari sabtu, dan minggunya program nimas, anggita, sama mbak yovita jalan untuk pelatihan pembuatan selai pisang.
Kami masak lele karena ada request dari pak fahmi buat dimasakin lele asli kalongan haha, hmm its for the first time in forever (again) ~ aku pegang lele, rasanya kenyal-kenyal gimana gitu.
Sabtu malam, ada kumpul sama kelompok pemuda, jadi sebagian di kontrakan, menyambut kedatangan pak fahmi dan bu win sekeluarga, makan2 lele hiks, dan sebagian lagi di rumah mas tio (koor pilar pendidikan) disini kami juga makan2 deng, gorengan tapi haha.
Hmm, ga langsung balik, kami malah ke alun-alun ungaran, ke tempat kopi klothok, yang katanya sih enak banget, tapi super lamaaaaaaaaaa bikinnya, sampe gajadi terus karena udah kemalaman. Next time kali ya guys :”
Minggu V
6 - 8 Mei 2016
Minggu ini udah mulai jalan program multinya, sosialisasi semua rintisan UMKM. Dan programku jalan semua di minggu ini. Sabtu, enviro rangers sama jumantik anak, program yayan sama anak-anak TPQ.
Enviro Rangers sendiri merupakan program yang intinya membuat anak-anak lebih concern terhadap masalah lingkungan, bikin mereka aware kalo sekecil apapun yang kita lakukan dapat berdampak terhadap lingkungan. Kegiatannya dari mulai nonton video, dijelasin, kuis, sampe games tentang hemat air, hemat energi, pemilahan sampah, dan global warming.
Anak-anak TPQ super duper semangat. Bahkan dari awal kita dateng udah disambut gitu ya, “KKN, KKN..” wkwk
Kalo program yang pembuatan kerajinan tangan, sesuai kesepakatan waktu kumpul pemuda kemarin, diadakan sabtu malam, jadi kami membuat piggy bank dari botol plastik dan keranjang dari koran bekas. Untuk pembuatan keranjang dari koran bekas, thanks a lot to Pram for helping me so much.
Sabtu malam, mencoba ke kopi klothok lagi and for twice, kita cancel order lagi soalnya udah kemaleman, mana cewek semua kan, serem jalannya :”
Hari minggunya, bantuin program ipeh, pram, sama yunior di rumah pak kasmui, ketua pilar lingkungan. Mami juga jalan program minggu ini bikin kotak saran, tapi kayak rumah burung *peace mam :D
Minggu VI
13 - 15 Mei 2016
Minggu ini mulai pelatihan2 pembuatan produk untuk program multi, yang paling inget pas bikin pisang plenet,pisang coklat, pisang keju, yummy, malah pada digadoin kejunya :3
Balik ke kontrakan udah ada krucil-krucil aka asih and the chipmunks (eh the ganks) haha datang minta belajar. Jadi si asih ini alah satu fansnya Sam haha, cogan kalongan next to Pram. Dia kelas 2 SD, temen2nya banyak banget dari kelas 1 sampe 5 SD :”
Yaudah deh kita bagi tugas. Sharla kelas 1, aku sama fila kelas 5, ipeh kelas 2. Si asih pinter anaknya tapi ga sabaran, waktu temennya baca soal sambil dieja gitu dianya malah ngambek -_-
Dan minggu ini udah mulai klimaks2nya cinlok at kalongan, siapa lagi kalo bukan kawula muda -> si Sam yang ngasih julukan itu, buat mas gilar sama dyna, berasa FTV “Cintaku di Kolam Lele” wkwk karena sering berdua terus, mas gilar bantuin program dyna.
Hari minggunya habis dari KKN langsung cus ke kostan mbak rina (asisten PTPA) buat asistensi tubes, aku sama ipeh emang setrong *tsaah
Minggu VII
20 - 22 Mei 2016
Minggu ini kami buat peta keluarga, dan program2 terakhir yang jalan, programnya dian mas huda, sam, putri, ipeh. Udah hampir berakhir KKN nya :”
Dan setelah minggu ini udah harus berkutat dengan laporan KKN aka LPK dan posdaya.
Minggu VIII
27 - 29 Mei 2016
Finally, minggu terakhir KKN :” huhu, rasanya waktu berlalu cepet banget. Hmm minggu ini udah ga ada proker sih, jadi santai, perpisahan hari minggu di rumah kadus.
Tapi yang bikin sedih, tiba2 aja ada jarkom mengejutkan di grup angkatan TL 2013, kalau Tugas Besar PTPA didraft senin besok, sumpah lemes gue lemes, akhirnya aku sama ipeh ga ikut perpisahan, dan harus begadang di mabes angkatan untuk ngerjain tubes itu :”
Malem terakhir ini kita habiskan untuk bermain, yups truth or dare haha.
Well, “a thing would be more precious after it becomes memory”. Yups, there is no hectic and laugh in weekend in Kalongan anymore. There is no werewolf, UNO, truth or dare with you in our spare (gabut) time anymore. :”
Udah ga ada krucil-krucil yang minta diajarin, asih yang sukanya rekam video pake hapeku dan baru aku liat habis kkn :” Ga ada lagi si asih dkk yang genit ke sam, Sam bapak kordes yang kalo pake jaket sama topi kayak penculik tapi malah diidolain anak-anak kecil, mbak yovita yang selalu ngecengin asih. Udah ga ada program ke TPQ lagi, ketemu geng rusuh yang sukanya bikin ribut, ga ada rapat kelompok pemuda di mas tio, gorengan sama teh angetnya pak isman waktu sore hari, ga ada mbak yovita yang ribut tapi mesra sama pram. Ga ada pram sama mas huda yang kocaknya naudzubillah. Mas hud si frodo showeran yang sukanya bangunin orang2 pas subuh, terus ngaji depan balkon, ga ada yayan partner program jalan bareng yang selalu ketemuan di Indoprinting kalo mau ngeprint, yang hobi flirting ke mbak fenita, mb fenita yang mirip snow white versi mas huda yang suka bawain makanan, haha mas gilar sama dyna si kawula muda, ipeh autis sama nimas si istriable yang sukanya jajan, mami yang masakkin, si putri yang sukanya pergi malem minggu tapi baliknya bawa martabak, yuni si ibu kader posyandu (eh salah) ibu sekcam kita maksudnya, dian yang di hari terakhir baru ketahuan slankers gara2 nonton konser Armada di alun2 sama yunior yang jadi obat nyamuk si kawula muda, yunior si pinter yang sukanya ngomong ketinggian, anggita yang sukanya nyemil dan ternyata punya fans saiko wkwk, queen fila yang harus diturutin semua titahnya yang ga mau jadi citizen aka villager kalo maen werewolf, dan kalo dapet itu minta dituker kartunya -.- sharla si cantik yang paling males mandi (tp tetep badai), kris si bapak aktiivis yang hobinya maenan corel wkwk :”
Nb : Belum pernah foto lengkap, itu yang fotoin mbak yovita :”
See you again guys...
Thankyou for priceless moments that we had together.
Really hope that our togetherness will never end~
Masih di Semarang,
2 Juni 2016 2:00 am









