21:01, Fri 12-11-2010
Rasanya air sudah sampai dipelupuk mataku, tapi tidak.
Kubendung itu untuk esok, entah kapan.
Kuyakin ada saat yg tepat untuk air itu keluar.
Bukan sekarang yg pasti, bukan jg besok, maupun lusa.
Kuingin jika saat itu tiba, bukan masalah ini penyebab jebolnya bendungan emosiku.
Ku tak ingin peristiwa lalu terulang kembali.
Sakit...
Mungkin rasa ini yg skrg menguasaiku.
Seolah dari ujung hingga pangkal memboikot otakku.
Kutakut hanya sakit yg dapat kurasakan.
Hingga aku mati rasa untuk merasakan segalanya kecuali rasa sakit.
Ku hanya mencoba mempertahankan apa yg ingin kulakukan.
Kutahu kalian kecewa pada kekeukeuhanku.
Aku mengerti.
Mengapa kalian tak tahu impianku?
Kutelah bangun dan tersadar dari mimpi, tapi impian itu masih ada.
Aku tersesat dalam mimpi tak sempurna.
Fatamorgana dimensi khayalan.
Demi Allah, aku ingin mimpi itu menjadi impian yg terwujud.
Amin.
Rasanya air sudah sampai dipelupuk mataku, tapi tidak.
Kubendung itu untuk esok, entah kapan.
Kuyakin ada saat yg tepat untuk air itu keluar.
Bukan sekarang yg pasti, bukan jg besok, maupun lusa.
Kuingin jika saat itu tiba, bukan masalah ini penyebab jebolnya bendungan emosiku.
Ku tak ingin peristiwa lalu terulang kembali.
Sakit...
Mungkin rasa ini yg skrg menguasaiku.
Seolah dari ujung hingga pangkal memboikot otakku.
Kutakut hanya sakit yg dapat kurasakan.
Hingga aku mati rasa untuk merasakan segalanya kecuali rasa sakit.
Ku hanya mencoba mempertahankan apa yg ingin kulakukan.
Kutahu kalian kecewa pada kekeukeuhanku.
Aku mengerti.
Mengapa kalian tak tahu impianku?
Kutelah bangun dan tersadar dari mimpi, tapi impian itu masih ada.
Aku tersesat dalam mimpi tak sempurna.
Fatamorgana dimensi khayalan.
Demi Allah, aku ingin mimpi itu menjadi impian yg terwujud.
Amin.
saat kita memiliki sesuatu ...
kita menjaganya,
kita menyayanginya,
saat sesuatu itu hilang,
kita memiliki kehilangannya ...
:(
kita menjaganya,
kita menyayanginya,
saat sesuatu itu hilang,
kita memiliki kehilangannya ...
:(
oleh : Luthfia Syahnaz
Langit hitam pekat
Umpama tak ada satu pun terpaan sinar
T'lah lama kunanti
Hari keempat penantian
Fatamorgana kedatangannya
Ilusi semata
Ajaib yang mampu membawanya
Sayang ini bukan cinta, kawan
Yuridis berkawan
Ada satu harapan
Hari kelima dia datang
Nanti jika saatnya tiba
Akan ada tanya
Zimat pun kugenggam
Pusaran resah mengaduk jiwa
Endapan sayang kusimpan
Rasa takut ke permukaan
Membendung asa
Akankah dia benar pergi?
Tinggalkan empat malam disana
Ada senang, suka
Selama kita berkawan
Ada perjumpaan dan perpisahan
Resensi kehidupan
Ingin ku berucap ''Jangan pergi kawan''
