bahkan buat nulis aja sekarang aku gabisa jujur, padahal tulisan itu hal paling jujur yang bisa kita lakuin. selama ini tulisanku nggak pernah mengkhianati aku, setidaknya aku selalu jujur kalo nulis, apapun itu. tapi kenapa sekarang nggak bisa? apa yang berubah? aku sama sekali nggak bisa nemuin jawabannya, harus gimana coba? I've never realize that everything was changed. Included me, and my life. Im stuck in this position doesn't mean that all of things had same too, wake me up please. I dont know what should I do for now? It makes me crazy. aku pengen jadi anak kecil lagi :( aku pengen bisa jujur dan nggak pernah mikir tentang kemungkinan yang akan terjadi sebagai konsekuensi atas perbuatanku. aku pengen lepas dan nggak peduli sama apapun yang bukan jadi keinginanku. aku pengen bersikap tulus sama semua orang disekelilingku tanpa ada prasangka sekecil apapun. dan yang paling penting, aku pengen bener-bener ngerti apa yang aku mau. apa itu salah kalo aku pengen semuanya? bukannya aku nggak bersyukur, aku seneng kok sama semua yang udah aku dapetin dan yang sekarang aku jalanin. tapi aku bener-bener ngerasa there is something im missin' so much :" and I really want it back as soon as possible.
Ada saatnya ketika kita harus berhenti sejenak sebelum terus berlari, berhenti untuk menyadari sejauh mana jalan yang telah kita tempuh. Berhenti untuk mengetahui jalanan terjal apa yang telah kita lalui, dan berhenti untuk bernafas agar dapat berlari lagi... Kadang kita memang harus memperhatikan perubahan yang terjadi di sekitar kita. Keluarga adalah tempat kita mengakar di kehidupan ini. Bukan berarti kita tidak berpindah tempat, akan tetapi dari keluargalah kita bisa melihat setinggi apa kita telah tumbuh, dari sanalah kita tahu sejauh apa kita selama ini melangkah. Ada baiknya kita berhenti sejenak dari rutinitas hidup yang serba menyita waktu ini untuk sekejap saja melihat wajah orang-orang yang menjadi saksi kelahiran kita, pertumbuhan kita, perkembangan kita sampai saat ini, wajah-wajah yang telah banyak berubah sejalan dengan perubahan kita. Kala kita melihat perubahan-perubahan yang terjadi itu, maka kita akan langsung sadar betapa jauh kita berjalan bahkan berlari... Di saat kita menyadarinya, terbesit keinginan untuk mengulang kembali waktu bahkan menghentikannya sejenak hanya untuk lebih lama lagi bersama. Waktu. Bukan hak kita, kita hanya meminjamnya untuk menjalani hidup ini. Seberapa inginnya kita akan waktu-waktu tersebut, hanya kepada Allah lah waktu itu kembali, begitu pula dengan kita. Ketika kita sadar waktu juga yang akan menjadi batas pertemuan dengan keluarga kita, hanya doa semoga bertemu di surga lah yang mungkin akan kita mohonkan kepada Allah. Selama masih ada waktu untuk keluarga kita, luangkan sejenak waktu itu untuk bersama keluarga yang merupakan anugerah Allah... :")
Yaa Allah, izinkan hamba membahagiakan mereka di waktu ini, aamiin....
Yaa Allah, izinkan hamba membahagiakan mereka di waktu ini, aamiin....
❝Katakan pada hatimu bahwa takut menderita itu lebih buruk daripada menderita itu sendiri. Dan bahwa tidak ada hati yang pernah menderita saat ia mengejar mimpi-mimpinya, karena setiap detik dari pencarian itu adalah detik perjumpaan dengan Tuhan dan dengan keabadian.❞
The Alchemist – Paulo Coelho
Hai blogger, kali ini ingin berbagi info beasiswa dari DataPrint.
Siapa sih yang nggak kenal dataprint?
Yups, merk tinta favorit pelajar ini memberikan beasiswa kepada para pelajar baik SMP, SMA maupun mahasiswa...
Saat ini masih terbuka kesempatan untuk pendaftaran periode kedua yaitu:
Pendaftaran periode 2 : 1 Juli – 31 Desember 2014
Pengumuman : 12 Januari 2015
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan cek website beasiswa DataPrint disini:
www.beasiswadataprint.com
atau website DataPrint di:
www.dataprint.co.id
So, what are you waiting for guys?
Buruan daftar...
:)
For attractive lips, speak words of kindness.
For lovely eyes, seek out the good in people.
For a slim figure, share your food with the hungry.
For beautiful hair, let a child run his or her fingers through it once a day.
For poise, walk with the knowledge you’ll never walk alone.
People, even more than things, have to be restored, renewed, revived, reclaimed, and redeemed; Never throw out anybody.
Remember, If you ever need a helping hand, you’ll find one at the end of your arm.
As you grow older, you will discover that you have two hands, one for helping yourself, the other for helping others.
The beauty of a woman is not in the clothes she wears, the figure that she carries, or the way she combs her hair. The beauty of a woman must be seen from in her eyes, because that is the doorway to her heart, the place where love resides.
The beauty of a woman is not in a facial mole, but true beauty in a woman is reflected in her soul. It is the caring that she lovingly gives, the passion that she shows, and the beauty of a woman with passing years only grows!
Sam Levenson
Posted October 1999
Contrary to what some may think, Audrey Hepburn did not write this beautiful poem, Sam Levenson did. Levenson wrote “Time Tested Beauty Tips” for his grandchild, and it just so happened to be one of Audrey’s favorite poems. She read it to her children on the very last Christmas Eve she spent with us here on Earth.
Special thanks to Nicholas Darrell for author information.
source: http://www.wowzone.com/audrey.htm
For lovely eyes, seek out the good in people.
For a slim figure, share your food with the hungry.
For beautiful hair, let a child run his or her fingers through it once a day.
For poise, walk with the knowledge you’ll never walk alone.
People, even more than things, have to be restored, renewed, revived, reclaimed, and redeemed; Never throw out anybody.
Remember, If you ever need a helping hand, you’ll find one at the end of your arm.
As you grow older, you will discover that you have two hands, one for helping yourself, the other for helping others.
The beauty of a woman is not in the clothes she wears, the figure that she carries, or the way she combs her hair. The beauty of a woman must be seen from in her eyes, because that is the doorway to her heart, the place where love resides.
The beauty of a woman is not in a facial mole, but true beauty in a woman is reflected in her soul. It is the caring that she lovingly gives, the passion that she shows, and the beauty of a woman with passing years only grows!
Sam Levenson
Posted October 1999
Contrary to what some may think, Audrey Hepburn did not write this beautiful poem, Sam Levenson did. Levenson wrote “Time Tested Beauty Tips” for his grandchild, and it just so happened to be one of Audrey’s favorite poems. She read it to her children on the very last Christmas Eve she spent with us here on Earth.
Special thanks to Nicholas Darrell for author information.
source: http://www.wowzone.com/audrey.htm
Kenapa dunia ini selalu berorientasi terhadap 'penampilan'?
Mungkin aku memang orang yang lebih menghargai isi daripada cover sebuah buku, tapi aku juga sadar bahwa tidak jarang aku mau membaca isi buku itu karena cover yang bagus juga...
Yah, cara kerja dunia tidak akan berubah meski kau menginginkannya, dan selama sistem itu ada akan berlaku hukum kekekalan yang menyertainya...
Hm, aku menulis ini bukan karena tanpa alasan.
Jelas aku merasa terusik dengan 'penampilan', atau baru saja sadar dari tidur panjang tanpa memerhatikan penampilan.
Aku bukan orang yang mau berubah demi orang lain, satu-satunya alasan aku mau melakukan itu hanya karena tuntutan profesi atau pribadi.
Hssh, aku pikir aku bisa lebih terbuka untuk menuliskannya, tapi ternyata tidak.
Aku sama sekali tidak mau membahasnya secara frontal, bahkan di dalam blog pribadiku sendiri.
Intinya ada beberapa hal yang dianggap orang lain lebih penting dibandingkan dengan hal lainnya.
Jujur, aku memang bukan orang yang terlalu memerhatikan penampilan.
Namun bukan berarti aku tidak menyukai keindahan.
Tentu saja aku memunyai jiwa seni dalam diriku, aku suka lukisan, detail arsitektur, dan lainnya.
Aku suka bangunan yang indah, gambar yang bagus, gaun yang anggun, sepatu yang cantik...
Tapi untuk penampilan diriku sendiri yah inilah aku..
Berkacamata, muka kecil, rambut tipis, letek -.-
Maaf selama ini aku tidak pernah menyadari penampilanku ini memalukan untukmu...
Dari dulu aku selalu gerah dengan perintah "potong rambut", bahkan dulu aku sempat ilfeel pergi ke salon walaupun hanya untuk mengantarkan kakak creambath karena ujung-ujungnya pasti rambutkulah yang dipangkas pendek.
Apalagi sewaktu mendekati hari perlombaan baris-berbaris atau upacara hari besar dulu ketika SMA, pergi ke salon beramai-ramai sepasukan bagaikan domba digiring ke pemangkasan wool.
huhu,
Punya rambut terlampau tipis ini salahku?
Hahaha aku jadi teringat kekonyolan salah satu seniorku di paski dulu, kalau rambutku sedikit ini gara-gara dulu waktu pembagian rambut aku terlambat datang jadi hanya kebagian sedikit -_-
Percayalah, dengan rambut pendek seperti dulu waktu paski tidak lebih baik dari penampilanku saat ini, aku trauma punya rambut pendek nan tipis dan kehujanan t.t
Ah sudahlah, aku bahkan tidak tahu lagi apa yang kubicarakan...
Aku bukan ingin mengeluh, tidak sama sekali.
Aku mau berubah kok, tapi belum waktunya.
P'Nam belum menemukan P'Shone.
Bercanda deng :D
Aku bahkan tidak peduli dengan hal seperti itu, bukannya naif tapi aku hanya sedang dalam fokus lain saja, dimana fokusku ini benar-benar penting bagiku saat ini dan akan sangat penting untuk kehidupanku selanjutnya...
Percayalah, semua akan indah pada waktunya :")
Mungkin aku memang orang yang lebih menghargai isi daripada cover sebuah buku, tapi aku juga sadar bahwa tidak jarang aku mau membaca isi buku itu karena cover yang bagus juga...
Yah, cara kerja dunia tidak akan berubah meski kau menginginkannya, dan selama sistem itu ada akan berlaku hukum kekekalan yang menyertainya...
Hm, aku menulis ini bukan karena tanpa alasan.
Jelas aku merasa terusik dengan 'penampilan', atau baru saja sadar dari tidur panjang tanpa memerhatikan penampilan.
Aku bukan orang yang mau berubah demi orang lain, satu-satunya alasan aku mau melakukan itu hanya karena tuntutan profesi atau pribadi.
Hssh, aku pikir aku bisa lebih terbuka untuk menuliskannya, tapi ternyata tidak.
Aku sama sekali tidak mau membahasnya secara frontal, bahkan di dalam blog pribadiku sendiri.
Intinya ada beberapa hal yang dianggap orang lain lebih penting dibandingkan dengan hal lainnya.
Jujur, aku memang bukan orang yang terlalu memerhatikan penampilan.
Namun bukan berarti aku tidak menyukai keindahan.
Tentu saja aku memunyai jiwa seni dalam diriku, aku suka lukisan, detail arsitektur, dan lainnya.
Aku suka bangunan yang indah, gambar yang bagus, gaun yang anggun, sepatu yang cantik...
Tapi untuk penampilan diriku sendiri yah inilah aku..
Berkacamata, muka kecil, rambut tipis, letek -.-
Maaf selama ini aku tidak pernah menyadari penampilanku ini memalukan untukmu...
Dari dulu aku selalu gerah dengan perintah "potong rambut", bahkan dulu aku sempat ilfeel pergi ke salon walaupun hanya untuk mengantarkan kakak creambath karena ujung-ujungnya pasti rambutkulah yang dipangkas pendek.
Apalagi sewaktu mendekati hari perlombaan baris-berbaris atau upacara hari besar dulu ketika SMA, pergi ke salon beramai-ramai sepasukan bagaikan domba digiring ke pemangkasan wool.
huhu,
Punya rambut terlampau tipis ini salahku?
Hahaha aku jadi teringat kekonyolan salah satu seniorku di paski dulu, kalau rambutku sedikit ini gara-gara dulu waktu pembagian rambut aku terlambat datang jadi hanya kebagian sedikit -_-
Percayalah, dengan rambut pendek seperti dulu waktu paski tidak lebih baik dari penampilanku saat ini, aku trauma punya rambut pendek nan tipis dan kehujanan t.t
Ah sudahlah, aku bahkan tidak tahu lagi apa yang kubicarakan...
Aku bukan ingin mengeluh, tidak sama sekali.
Aku mau berubah kok, tapi belum waktunya.
P'Nam belum menemukan P'Shone.
Bercanda deng :D
Aku bahkan tidak peduli dengan hal seperti itu, bukannya naif tapi aku hanya sedang dalam fokus lain saja, dimana fokusku ini benar-benar penting bagiku saat ini dan akan sangat penting untuk kehidupanku selanjutnya...
Percayalah, semua akan indah pada waktunya :")
Hari ini Minggu, 17 Agustus 2014,
yups, Hari Kemerdekaan Negara Indonesiaku Tercinta :')
69 tahun sudah lamanya sejak Proklamasi Kemerdekaan NKRI dikumandangkan di seantero negeri.
Indonesia bertambah tua, namun selalu memesona :"
Lahir di negara ini merupakan salah satu berkah yang diberikan Allah kepadaku...
Semoga Allah selalu memberkahi negaraku tercinta ini , aamiin :)
Indonesia.
Entah mengapa aku begitu mencintainya,
tanahnya, lautnya, hujannya, langitnya...
Perlahan aku mulai mencoba memahami negeri ini,
negeri bak mozaik raksasa yang masing-masing bagiannya menyimpan peran.
Jika salah satu bagian hilang, apalah arti kesatuan?
Dan aku berharap, akan menjadi bagian yang selalu melengkapinya...
Aku hanya ingin menjadikan Indonesia seperti Kerajaan Awan di Film Doraemon.
Ya, hanya itu.
Merdeka.
Satu kata yang membebaskan kita.
Bebas seutuhnya? Bisa jadi.
Perjuangan yang memberikan kita kebebasan.
Kadang kita sendiri yang menentukan kebebasan seperti apa yang kita inginkan.
Kebebasan membuat kita dihadapkan dengan pilihan yang mengakibatkkan dua kemungkinan, baik dan buruk.
Kitalah yang menentukan nasib kita sendiri selain kekuatan maha Sang Kuasa.
Jadi, tetaplah dalam perjuangan, karena kebebasan hanyalah gerbang menentukan pilihan, kita sendiri yang membuatnya baik atau bahkan buruk.
yups, Hari Kemerdekaan Negara Indonesiaku Tercinta :')
69 tahun sudah lamanya sejak Proklamasi Kemerdekaan NKRI dikumandangkan di seantero negeri.
Indonesia bertambah tua, namun selalu memesona :"
Lahir di negara ini merupakan salah satu berkah yang diberikan Allah kepadaku...
Semoga Allah selalu memberkahi negaraku tercinta ini , aamiin :)
Indonesia.
Entah mengapa aku begitu mencintainya,
tanahnya, lautnya, hujannya, langitnya...
Perlahan aku mulai mencoba memahami negeri ini,
negeri bak mozaik raksasa yang masing-masing bagiannya menyimpan peran.
Jika salah satu bagian hilang, apalah arti kesatuan?
Dan aku berharap, akan menjadi bagian yang selalu melengkapinya...
Aku hanya ingin menjadikan Indonesia seperti Kerajaan Awan di Film Doraemon.
Ya, hanya itu.
Merdeka.
Satu kata yang membebaskan kita.
Bebas seutuhnya? Bisa jadi.
Perjuangan yang memberikan kita kebebasan.
Kadang kita sendiri yang menentukan kebebasan seperti apa yang kita inginkan.
Kebebasan membuat kita dihadapkan dengan pilihan yang mengakibatkkan dua kemungkinan, baik dan buruk.
Kitalah yang menentukan nasib kita sendiri selain kekuatan maha Sang Kuasa.
Jadi, tetaplah dalam perjuangan, karena kebebasan hanyalah gerbang menentukan pilihan, kita sendiri yang membuatnya baik atau bahkan buruk.
Heyhey, udah lama juga ga posting apa-apa di blog.
Semua itu karena tak lain dan tak bukan adalah masalah kesibukan, *soksibuk
Yap, seumur hidup baru kali ini aku dihadapin sama tugas-tugas seabreg yang bener-bener gabisa ditinggalin.
Sampe tidur ga tenang, makan ga enak, apalagi kuliah ._.
Sering banget aku ninggalin kuliah buat ngerjain tubes (tugas besar.red)
bego? emangpakebanget
logikanya, sama aja ninggalin kuliah buat ngerjain tugas kuliah.
benar-benar dalam kesesatan yang nyata -.-
tapi mau gimana lagi, dengan kapasitasku yang lemot ini ditambah keterbatasan kemampuanku dalam melakukan multitasking, rasa-rasanya TA (titip absen.red) lumrah untuk kulakukan.
Alhamdulillahnya semua penyiksaan ini sudah berakhir (untukwaktuini)
yaah, aku bersyukur aja tubes ga sampe ganggu puasaku.
bener-bener ga rela kalo ikhlasin terawih atau ga tidur sampe sahur buat ngerjain tubes.
Btw tentang ramadhan, perhatianku bener-bener tercurah dengan hastags ini #PrayForGaza
Gimana tidak?
Disaat jutaan umat muslim khusyuk beribadah, dengan kejinya Israel malah melakukan penyerangan.
Innalillah.
Tapi aku jadi mikir, masalahku ga ada artinya dibanding permasalahan saudara muslimku di Palestina.
Rasanya ga pantes aku mengeluh tentang kuliah ga jelas, UAS susah, dll disaat aku masih diberi kenikmatan oleh Allah berupa kedaulatan negaraku, kedamaian hidupku, kebebasan bersuaraku, tanpa ada intervensi asing atau pihak manapun yang mengekang kemerdekaanku.
Cuma masalah tugas besar yang buat aku ga tidur berminggu-minggu dan nangis batin tiap malam, menyesali 'kesesatan'ku berada di jurusan ini, itu semua ga ada apa-apanya dibandingkan apa yang dihadapin adek-adek lucu, cantik, ganteng yang aku lihat di tv pada nangis :(
Alhamdulillah, aku masih bisa merasakan ramadhan di tahun ini, bisa berpuasa, tarawih, tadarus, tanpa ada dentuman bom ataupun kerusuhan disekitarku.
Tapi aku benar-benar malu kalau aku tidak memanfaatkan momentum ini dengan baik, aku malu kalo ibadahku tidak maksimal.
Saudara-saudaraku di Palestina dengan keadaan sedemikian rupa tetap dan selalu mengutamakan ibadah.
Sedangkan aku? belum benar-benar khusyuk menjalaninya.
Waktu lihat ketidakberdayaan PBB menangani ini, jadi gemas juga sih.
Semua manusia berhati nurani pasti tahu ini ketidakadilan, tapi mengapa masih terus dibiarkan?
Jujur, aku masih ingin jadi diplomat atau duta besar kenegaraan, pengen banget bisa berdiplomasi untuk membantu Palestina. Tapi apa daya sekarang teknik duniaku #PrayForHI :'(
Aku cukup senang dengan sikap Indonesia yang membela Palestina, bahkan menolak kerjasama dengan Israel dan mendukung kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara.
Rasanya bangga menjadi Indonesian.
Sebenarnya itu saja belum cukup, tapi setidaknya membantu.
Dan aku disini, meskipun gabisa bantu diplomasi sepertiygkuinginkan, aku tetep doa buat adek-adek lucu disana biar gajadi korban lagi :"
Aamiin Ya Allah.
Semua itu karena tak lain dan tak bukan adalah masalah kesibukan, *soksibuk
Yap, seumur hidup baru kali ini aku dihadapin sama tugas-tugas seabreg yang bener-bener gabisa ditinggalin.
Sampe tidur ga tenang, makan ga enak, apalagi kuliah ._.
Sering banget aku ninggalin kuliah buat ngerjain tubes (tugas besar.red)
bego? emangpakebanget
logikanya, sama aja ninggalin kuliah buat ngerjain tugas kuliah.
benar-benar dalam kesesatan yang nyata -.-
tapi mau gimana lagi, dengan kapasitasku yang lemot ini ditambah keterbatasan kemampuanku dalam melakukan multitasking, rasa-rasanya TA (titip absen.red) lumrah untuk kulakukan.
Alhamdulillahnya semua penyiksaan ini sudah berakhir (untukwaktuini)
yaah, aku bersyukur aja tubes ga sampe ganggu puasaku.
bener-bener ga rela kalo ikhlasin terawih atau ga tidur sampe sahur buat ngerjain tubes.
Btw tentang ramadhan, perhatianku bener-bener tercurah dengan hastags ini #PrayForGaza
Gimana tidak?
Disaat jutaan umat muslim khusyuk beribadah, dengan kejinya Israel malah melakukan penyerangan.
Innalillah.
Tapi aku jadi mikir, masalahku ga ada artinya dibanding permasalahan saudara muslimku di Palestina.
Rasanya ga pantes aku mengeluh tentang kuliah ga jelas, UAS susah, dll disaat aku masih diberi kenikmatan oleh Allah berupa kedaulatan negaraku, kedamaian hidupku, kebebasan bersuaraku, tanpa ada intervensi asing atau pihak manapun yang mengekang kemerdekaanku.
Cuma masalah tugas besar yang buat aku ga tidur berminggu-minggu dan nangis batin tiap malam, menyesali 'kesesatan'ku berada di jurusan ini, itu semua ga ada apa-apanya dibandingkan apa yang dihadapin adek-adek lucu, cantik, ganteng yang aku lihat di tv pada nangis :(
Alhamdulillah, aku masih bisa merasakan ramadhan di tahun ini, bisa berpuasa, tarawih, tadarus, tanpa ada dentuman bom ataupun kerusuhan disekitarku.
Tapi aku benar-benar malu kalau aku tidak memanfaatkan momentum ini dengan baik, aku malu kalo ibadahku tidak maksimal.
Saudara-saudaraku di Palestina dengan keadaan sedemikian rupa tetap dan selalu mengutamakan ibadah.
Sedangkan aku? belum benar-benar khusyuk menjalaninya.
Waktu lihat ketidakberdayaan PBB menangani ini, jadi gemas juga sih.
Semua manusia berhati nurani pasti tahu ini ketidakadilan, tapi mengapa masih terus dibiarkan?
Jujur, aku masih ingin jadi diplomat atau duta besar kenegaraan, pengen banget bisa berdiplomasi untuk membantu Palestina. Tapi apa daya sekarang teknik duniaku #PrayForHI :'(
Aku cukup senang dengan sikap Indonesia yang membela Palestina, bahkan menolak kerjasama dengan Israel dan mendukung kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara.
Rasanya bangga menjadi Indonesian.
Sebenarnya itu saja belum cukup, tapi setidaknya membantu.
Dan aku disini, meskipun gabisa bantu diplomasi sepertiygkuinginkan, aku tetep doa buat adek-adek lucu disana biar gajadi korban lagi :"
Aamiin Ya Allah.
Alhamdulillah kita masih dipertemukan oleh Allah di tahun ini :')
Well, semoga lebih dewasa di umur 19 tahun ini, udah bukan anak kecil lagi.
Tanggung jawabnya, jangan lalai kayak kemarin lagi, be a highly effective person :))
Aamiin.
Menurutku, sebenernya nothing special sih ulang tahun itu.
Tapi setidaknya dalam sekali setahun (selain lebaran dan tahun baru)
kita bisa introspeksi diri, lebih dalam lagi.
Senggaknya bisa buat parameter,
berapa tahun-kah aku diberikan nikmat kehidupan?
apasajakah yang udah aku lakuin selama itu?
berapa banyak kah syukur ku?
berapa sering kah keluh ku?
akankah aku bisa menjadi lebih baik lagi?
apa yang harus dan akan kulakukan untuk perubahanku?
cukup deh._.
Jujur, aku juga belum buat apa-apa untuk itu,
bukannya ga mikirin, tapi beneran ga ada waktu buat kayak gitu lagi.
Sekarang cuma aksi, aksi, dan aksi.
Terlalu padat rutinitas harian yang menyebabkan terlalu cepat pula dinamika kehidupan yang kualami.
Jujur, satu-satunya hal yang kutakuti dari pergerakan cepat itu adalah aku takut "lupa".
lupa untuk apa semua ini, entahlah~
tapi yang pasti aku harus bersahabat dengan perubahan :)
Okay, hopefully I'll be better person :')
Malam ini aku benar-benar tidak mengerti mana yang harus didahulukan,
sekarang aku sadar salah satu kelemahanku, yaitu tidak bisa menentukan skala prioritas._.
Seringkali aku berpikir untuk melakukan fragmentasi ketika dihadapkan dengan hal seperti ini.
Haha, berfragmentasi? Yap, cara bereproduksi aseksual makhluk hidup tingkat rendah dengan membelah diri menjadi fragmen-fragmen yang kemudian tumbuh menjadi individu baru.
Kadang aku tak benar-benar tahu apa yang ingin kulakukan, aku hanya mencoba melakukan apa yang seharusnya kulakukan -.-
Setidaknya aku perlu memberikan sebuah 'pembuktian' terlebih dahulu sebelum mengikuti kesenanganku.
sekarang aku sadar salah satu kelemahanku, yaitu tidak bisa menentukan skala prioritas._.
Seringkali aku berpikir untuk melakukan fragmentasi ketika dihadapkan dengan hal seperti ini.
Haha, berfragmentasi? Yap, cara bereproduksi aseksual makhluk hidup tingkat rendah dengan membelah diri menjadi fragmen-fragmen yang kemudian tumbuh menjadi individu baru.
Kadang aku tak benar-benar tahu apa yang ingin kulakukan, aku hanya mencoba melakukan apa yang seharusnya kulakukan -.-
Setidaknya aku perlu memberikan sebuah 'pembuktian' terlebih dahulu sebelum mengikuti kesenanganku.


