No one ever sees, no one feels the pain
Teadrops in the rain
I wish upon a star, I wonder where you are
I wish you're coming back to me again
And everything's the same like it used to be
I see the days go by and still I wonder why
I wonder why it has to be this way
Why can't I have you here just like it used to be
I don't know which way to choose
How can I find a way to go on ?
I don't know if I can go on without you oh
Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees, no one feels the pain
I shed teardrops in the rain
I wish that I could fly, I wonder what you say
I wish you're flying back to me again
Hope everything's the same like it used to be
I don't know which way to choose
How can I find a way to go on
I don't know if I can go on without you, without you
Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees, no one feels the pain
I shed teardrops in the rain
Oh... I shed teardrops in the rain
Oh... Hey... Teardrops in the rain
Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees (no one) no one feels the pain (no one)
I shed teardrops in the rain
Teardrops in the rain
Teardrops in the rain
Teardrops in the rain...
Teadrops in the rain
I wish upon a star, I wonder where you are
I wish you're coming back to me again
And everything's the same like it used to be
I see the days go by and still I wonder why
I wonder why it has to be this way
Why can't I have you here just like it used to be
I don't know which way to choose
How can I find a way to go on ?
I don't know if I can go on without you oh
Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees, no one feels the pain
I shed teardrops in the rain
I wish that I could fly, I wonder what you say
I wish you're flying back to me again
Hope everything's the same like it used to be
I don't know which way to choose
How can I find a way to go on
I don't know if I can go on without you, without you
Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees, no one feels the pain
I shed teardrops in the rain
Oh... I shed teardrops in the rain
Oh... Hey... Teardrops in the rain
Even if my heart's still beating just for you
I really know you are not feeling like I do
And even if the sun is shining over me
How come I still freeze ?
No one ever sees (no one) no one feels the pain (no one)
I shed teardrops in the rain
Teardrops in the rain
Teardrops in the rain
Teardrops in the rain...
Kota kecil yang membawa kesedihan dan kegembiraan sekaligus. Sabtu pagi kami berangkat untuk mengikuti Lomba Kendal tingkat Eks-Karesidenan Semarang. Entahlah kenapa diadakan disana, padahal biasanya Semarang yang menjadi tuan rumah. Kami mendapat nomor undian 4. Alhamdulillah, lombanya berjalan lancar. Tidak ada kesalahan yang berarti. Semuanya baik-baik saja sampai tiba saat pengumuman. Entahlah apa yang membuat orang yang membacakan pengumuman itu datar, tapi menyakitkan. Tidak ada sakit di perutku, bahkan aku belum sempat menyuruh jantungku berdegup kencang. Tiba-tiba dibacakan hasil urutan lomba yang pertama kami ada di peringkat 4 dengan selisih sangat banyak. Otakku masih menyuruh jantungku untuk tenang, dan masih pula berpikir bahwa di lomba kedua peringkat kami ada di atas sehingga masih ada harapan untuk kami lolos ke provinsi. Namun tanpa jeda sang pembaca pengumuman itu mengumumkan hasil perolehan kami yang kedua. Dengan cepat aku menginstruksikan telingaku untuk siaga mendengarkan. Anehnya dengan urutan yang sama dan hasil yang berbeda itu kudengar lagi, kembali kami memeroleh selisih yang sangat besar. Tanpa meminta izinku, otakku malah sudah menyuruh mataku mengeluarkan air tanpa henti, walaupun aku sudah memerintahkan mulutku untuk berbicara "ga boleh nangis" hingga belasan kali. Dan air itu terus keluar tanpa mengindahkan perkataan dari bibirku. Dasar air mata durhaka! Kaget, heran, kecewa, sedih jadi satu sampai aku tidak tahu mana yang harus kurasakan dulu. Saat itu aku hanya bisa tertunduk dan malu jika terlihat sedang menangis. Setelah itu salah seorang panitia memberikan sambutan yang hanya terasa sesak di dadaku dan sakit di hidungku. Kemudian penyerahan piala dan aku berusaha mengangkat kepala untuk melihat adik kecilku menerima piala tersebut. Dan semuanya berakhir, begitu saja. Bak ombak yang menghempaskan tulisan di atas pasir di tepi pantai.
Aku pulang... Tanpa dendam...
Kuterima... Kekalahanku...
Aku tak mau bertemu
Aku tak mau bertemu
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug dag dig dug)
Kamu yang selalu menggangguku
Buat hariku tak menentu
Aku benci kamu
Buat hariku tak menentu
Aku benci kamu
Namun hatiku jadi rindu
Ingat kelakuan nakalmu
Kini semua terasa lucu
Aku rindu kamu
Ingat kelakuan nakalmu
Kini semua terasa lucu
Aku rindu kamu
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku
Cinta cinta cinta datang padaku
Malu malu malu kuakui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Malu malu malu kuakui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Aku tak mau bertemu
Kamu yang selalu menggangguku
Buat hariku tak menentu
Aku benci kamu
Buat hariku tak menentu
Aku benci kamu
Namun hatiku jadi rindu
Ingat kelakuan nakalmu
Kini semua terasa lucu
Aku rindu kamu
Ingat kelakuan nakalmu
Kini semua terasa lucu
Aku rindu kamu
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku
Cinta cinta cinta datang padaku
Malu malu malu kuakui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Malu malu malu kuakui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug hatiku)
Dag dig dug hatiku (dag dig dug dag dig dug)
Cinta cinta cinta datang padaku
Malu malu malu kuakui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Cinta cinta cinta datang padaku
Malu malu malu kuakui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Di putih abu-abu
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Malu malu malu kuakui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Cinta cinta cinta datang padaku
Malu malu malu kuakui itu
Tapi tapi kamu tlah menawan hatiku
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Di putih abu-abu
Cintaku bersemi di putih abu-abu
Ga ''move on'' kok, cuma nyabang aja.
Tapi tetep kalo curcol aku kesini, Tumblrku cuma diisi reblog-an quotes2 or foto2 .
hehe,
Happy New Year 2012 guys,Menyambut tahun baru 2012 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya tiap malam pergantian tahun aku selalu buat resolusi tahun berikutnya dan evaluasi resolusi tahun kemarin yang belum tercapai.
Tapi ga tau kenapa males buat resolusi, dan ga bisa evaluasi resolusi tahun kemaren, you know why? Because binderku dibawa Dimaass (aaarghh!!)
Huft, huhu. Gatau, rasanya ga bisa aja nulis resolusi tanpa binderku itu :(
Yaah, gapapa lah.
Yang terpenting bukan 'tulisan resolusinya' tapi niat dan tekad untuk menjalani tahun 2012 dengan lebih baik dan tentunya semangat yang baru :)
Bukan masalah resolusi itu 'tak tertulis' tapi pastinya setiap orang punya target untuk tahun berikutnya menjadi lebih baik.
Ga perlu nunggu tahun baru buat bikin target, tiap kali punya keinginan ya jadikanlah itu target. Bukan hanya diucapkan atau ditulis, tapi harus terpatri dalam ingatan dan direalisasikan.
Be better person for 2012 :)
Ga tau tiba2 pengen bahas Mxit di blog, mungkin ini gara2 aku iseng ol mxit semalem.
Yups, jadi semalem ada 2 hal yang iseng kulakukan karena kangen.
Yaitu, mainan Tamagotchi sama Mxit-an.. :D
Buka mxit, ga ada kontak yang ol, iseng lagi aku buka Gallery-Default.
Disitu berisi chat2 yang pernah aku simpen. Haha,
Ada perjodohan 'Garfield-manohoro', 'Believe Putri', 'Ngomongin Motor', sebenernya ada banyak chat yang aku kangeeeeen banget pengen buka lagi, tapi karena emosi dulu malah aku hapus semua tentang 'someone' itu dari Gallery Mxit :(
Bukan maksud apa-apa, toh juga kalo liat chat itu lagi malah aku ngakak :'D
Oiya, tentang Perjodohan 'Garfield-Manohoro' itu, chatku sama Dias, kita mau menjodohkan 2 insan manusia yang sedang jomblo. Bedanya, si Garfield habis putus (kalo ga salah sih) sedangkan si Manohoro emang belum pernah pacaran. Haha, perjodohan yang aku yakin kalo 'kejadian' bakal gokil abis :D
Terus lanjut ke 'Believe Putri'. Yaitu, chatku sama Putri, aku save, soalnya aku suukkaaa banget sama kalimatnya putri yang ini:
"Fi, walaupun ---- ---- ga ada, tapi suatu saat nanti kamu bakal ketemu orang kayak gitu. :)"
Sumpah, melow abiss, but i like it. Thanks Patrek :')
And least, "Ngomongin Motor" sama Mb. Chaki, obrolannya biasa sih, aku save soalnya lucu aja, geli inget kejadian nabrak motor di depan parkiran. Hahahaha :D
Tapi ada satu hal yang ngingetin aku sama si 11 Januari, yaitu nama mxit ku.
Di chat itu, namaku ''kangen.cinta.rasta' ._.
Pikiranku jadi kebayang waktu dikibulin si Duli itu :L)
Udah laah, udah game over juga .
Haha, yang jelas mxitku itu memorable chatting account banget dah :))
Haloo, perkenalkan nama saya Sania Asnatha. Sekarang saya duduk di kelas II SMA. Saya adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakak saya bernama Winaya Yanasitha. Saya memanggilnya Kak Wina. Kak Wina adalah sosok yang hebat di mata saya, saya sangat mengaguminya, yaah walaupun saya tidak akan bisa seperti dia. Semua kelebihannya daripada saya pernah membuat saya iri, tetapi saya sadar. Apapun yang saya lakukan, saya tidak akan bisa menyamainya. Saya sangat bangga mempunyai Kakak seperti Kak Wina, dialah yang menjaga saya selama ini, melindungi saya, menemani saya disaat senang maupun sedih, dan saya sangat menyanyanginya. Kak Wina adalah 'anak emas' dalam keluarga kami. Dia baik, cantik, hebat, optimistis, hampir semua keinginannya dapat ia capai. Namun sayang, semua kehebatannya justru membuat dia sombong. Tidak heran sih, perhatian istimewa dari seluruh keluarga untuknya tidak akan habis. Di dunia ini mungkin cuma satu yang ia sesalkan, yaitu mempunyai adik seperti saya. Sedih bukan? Maklum saja, segala kesempurnaannya harus terrusak dengan kehadiran saya. Bukan karena saya mengambil alih perhatian keluarga, ya itu memang benar, tapi dengan cara lain. Kalau Kak Wina mendapat perhatian karena kehebatannya, saya mendapat perhatian karena kecacatan saya. Ya, saya adalah anak cacat. Bukan autis, tapi buntung. Tangan dan kaki. Saat lahir saya adalah bayi yang normal. Dua mata, telinga, tangan, kaki dan satu hidung, serta mulut. Saya belum cacat. Saya ingat ketika masih kecil, saya sedang menggambar dengan pensil warna baru yang dibelikan Eyang, saya sangat senang waktu itu. Tapi tiba-tiba ketika saya selesai mengambil minum di dapur, dan ingin melanjutkan mewarnai gambar saya, Kak Wina mengambil pensil warna saya dan membawanya ke Rumah teman Kak Wina di seberang Rumah kami. Saya berlari mengejarnya, sampai saya mendengar bunyi klakson yang sangat keras dan gesekan ban mobil dengan aspal. Saat itu saya masih bisa melihat Kak Wina masuk ke Rumah tetangga kami. Yaah, kira-kira itulah peristiwa yang melatar belakangi tubuh saya saat ini. Hanya Eyang yang tahu cerita ini, karena hanya Eyang yang bertanya mengapa saya berlari ke seberang Rumah tanpa melihat kiri-kanan dahulu, dan saya menjawab kalau saya berlari mengejar Kak Wina yang membawa pensil warna saya. Seluruh keluarga saya, bahkan Mama dan Papa justru menganggap kecelakaan itu karena saya bermain di jalan. Saya tidak apa-apa, saya sangat bersyukur masih bisa hidup walau dengan tubuh yang cacat. Kak Wina pernah berkata lebih baik saya mati daripada seperti ini karena saking memalukannya. Saya sangat sedih, di saat saya kehilangan anggota badan saya dan saya sedang sangat terpukul oleh hal itu, justru Kakak yang saya sayang malah memaki saya. Dan dia sering memarahi saya ketika saya mulai putus asa. Tapi untunglah, perlahan saya tahu maksud Kak Wina, dia hanya tidak ingin adiknya menyerah dengan nasib. Kak Wina selalu menjadi penuntun untuk saya didepan, dan pendorong bagi saya dari belakang, dibalik kekecewaanya mempunyai adik seperti saya, Kak Wina adalah Kakak yang sangat bertanggung jawab pada adiknya. Dan saya juga beruntung, saya masih memiliki Eyang yang mengerti keadaan saya. Sekarang saya sudah terbiasa dengan keadaan saya, bahkan saya telah memakai tangan dan kaki palsu, walaupun palsu, tapi tetap sama saja kan fungsinya untuk memudahkan organisasi sistem gerak saya. Saya sudah memiliki motivasi, yaitu apapun keadaan saya, saya harus mampu melakukan segalanya, bahkan lebih baik dari Kakak. Selama ini, apapun yang saya lakukan selalu salah di mata Kak Wina, dia hanya ingin saya seperti dia. Siapa yang tidak mau jadi dia? Saya ingin, ingin sekali malah. Bukan saya pesimis dengan keadaan tubuh saya, tapi saya butuh waktu untuk menyesuaikan. Dia adalah anak emas yang selalu dibanggakan orang tua saya, bahkan Om dan Tante saya juga sangat akrab dengan Kak Wina, saya iri. Setiap kali ingin mengakrabkan diri dengan mereka, saya minder. Tapi semenjak diberi wejangan oleh Eyang, bahwa 'kalau kita minder, kapan kita bisa maju?' saya jadi bersemangat kembali untuk bersosialisasi. Kalau dipikir-pikir, sangat kontras sekali seorang Kak Wina memiliki adik seperti saya. Dulu saya pernah berharap. Berharap tidak pernah ada. Tapi saya masih punya harapan, dan asa itu masih ada. Sekarang saya memiliki adik, seorang adik yang lucu bernama Yudha Saniga. Saya sangat senang memiliki adik seperti Dik Yudha. Adik saya lucu, pintar, sama seperti Kak Wina, saya hanya berharap adik saya tidak sombong seperti kakak. Lewat Dik Yudha, saya seperti merasakan kelahiran harapan baru, harapan untuk terus berjuang dalam hidup ini. Tanpa menyerah, tanpa putus asa, dan tanpa minder. Apapun yang terjadi, saya akan berusaha keras menjadi Kakak terbaik untuk Dik Yudha, seperti Kak Wina menjadi Kakak terbaik untuk saya :)
Nb: Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Apabila terjadi kesamaan nama, tokoh, tempat bahkan kisah itu adalah kebetulan semata. Jangan GR ataupun marah. Cerita ini hanya untuk hiburan dan mengisi kekosongan blog saya :D
Terimakasih, :)
Hari-hari terus berlalu
Tiada pernah berhenti
Seribu rintang jalan berliku
Bukanlah suatu penghalang
Hadapilah segala tantangan
Mohon petunjuk Yang Kuasa
Ciptakanlah kerukunan bangsa
Kobarkanlah, dalam dada
Semangat jiwa Pancasila...
Reff:
Hidup tiada mungkin...
Tanpa perjuangan,
Tanpa pengorbanan,
Mulia adanya...
Berpegangan tangan...
Satu dalam cita...
Demi masa depan...
Indonesia Jaya...
Tiada pernah berhenti
Seribu rintang jalan berliku
Bukanlah suatu penghalang
Hadapilah segala tantangan
Mohon petunjuk Yang Kuasa
Ciptakanlah kerukunan bangsa
Kobarkanlah, dalam dada
Semangat jiwa Pancasila...
Reff:
Hidup tiada mungkin...
Tanpa perjuangan,
Tanpa pengorbanan,
Mulia adanya...
Berpegangan tangan...
Satu dalam cita...
Demi masa depan...
Indonesia Jaya...
I have a new spirit .
At this moment, its being the biggest spirit which I have .
Honestly, I have been tired defend for us, but I had to fight for their .
J'ai un esprit nouveau.
En ce moment, son être le plus grand esprit que j'ai.
Honnêtement, j'ai été fatiguée pour nous défendre, mais j'ai dû me battre pour leur.
私は新しい精神を持っている。
この時点で、その私が持っている最大の精神であること。
正直、私は私たちのために守る疲れてきたが、私は彼らのために戦わなければならなかった。
正直、私は私たちのために守る疲れてきたが、私は彼らのために戦わなければならなかった。
