Happy New Year 2012 guys,Menyambut tahun baru 2012 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya tiap malam pergantian tahun aku selalu buat resolusi tahun berikutnya dan evaluasi resolusi tahun kemarin yang belum tercapai.
Tapi ga tau kenapa males buat resolusi, dan ga bisa evaluasi resolusi tahun kemaren, you know why? Because binderku dibawa Dimaass (aaarghh!!)
Huft, huhu. Gatau, rasanya ga bisa aja nulis resolusi tanpa binderku itu :(
Yaah, gapapa lah.
Yang terpenting bukan 'tulisan resolusinya' tapi niat dan tekad untuk menjalani tahun 2012 dengan lebih baik dan tentunya semangat yang baru :)
Bukan masalah resolusi itu 'tak tertulis' tapi pastinya setiap orang punya target untuk tahun berikutnya menjadi lebih baik.
Ga perlu nunggu tahun baru buat bikin target, tiap kali punya keinginan ya jadikanlah itu target. Bukan hanya diucapkan atau ditulis, tapi harus terpatri dalam ingatan dan direalisasikan.
Be better person for 2012 :)
Ga tau tiba2 pengen bahas Mxit di blog, mungkin ini gara2 aku iseng ol mxit semalem.
Yups, jadi semalem ada 2 hal yang iseng kulakukan karena kangen.
Yaitu, mainan Tamagotchi sama Mxit-an.. :D
Buka mxit, ga ada kontak yang ol, iseng lagi aku buka Gallery-Default.
Disitu berisi chat2 yang pernah aku simpen. Haha,
Ada perjodohan 'Garfield-manohoro', 'Believe Putri', 'Ngomongin Motor', sebenernya ada banyak chat yang aku kangeeeeen banget pengen buka lagi, tapi karena emosi dulu malah aku hapus semua tentang 'someone' itu dari Gallery Mxit :(
Bukan maksud apa-apa, toh juga kalo liat chat itu lagi malah aku ngakak :'D
Oiya, tentang Perjodohan 'Garfield-Manohoro' itu, chatku sama Dias, kita mau menjodohkan 2 insan manusia yang sedang jomblo. Bedanya, si Garfield habis putus (kalo ga salah sih) sedangkan si Manohoro emang belum pernah pacaran. Haha, perjodohan yang aku yakin kalo 'kejadian' bakal gokil abis :D
Terus lanjut ke 'Believe Putri'. Yaitu, chatku sama Putri, aku save, soalnya aku suukkaaa banget sama kalimatnya putri yang ini:
"Fi, walaupun ---- ---- ga ada, tapi suatu saat nanti kamu bakal ketemu orang kayak gitu. :)"
Sumpah, melow abiss, but i like it. Thanks Patrek :')
And least, "Ngomongin Motor" sama Mb. Chaki, obrolannya biasa sih, aku save soalnya lucu aja, geli inget kejadian nabrak motor di depan parkiran. Hahahaha :D
Tapi ada satu hal yang ngingetin aku sama si 11 Januari, yaitu nama mxit ku.
Di chat itu, namaku ''kangen.cinta.rasta' ._.
Pikiranku jadi kebayang waktu dikibulin si Duli itu :L)
Udah laah, udah game over juga .
Haha, yang jelas mxitku itu memorable chatting account banget dah :))
Haloo, perkenalkan nama saya Sania Asnatha. Sekarang saya duduk di kelas II SMA. Saya adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakak saya bernama Winaya Yanasitha. Saya memanggilnya Kak Wina. Kak Wina adalah sosok yang hebat di mata saya, saya sangat mengaguminya, yaah walaupun saya tidak akan bisa seperti dia. Semua kelebihannya daripada saya pernah membuat saya iri, tetapi saya sadar. Apapun yang saya lakukan, saya tidak akan bisa menyamainya. Saya sangat bangga mempunyai Kakak seperti Kak Wina, dialah yang menjaga saya selama ini, melindungi saya, menemani saya disaat senang maupun sedih, dan saya sangat menyanyanginya. Kak Wina adalah 'anak emas' dalam keluarga kami. Dia baik, cantik, hebat, optimistis, hampir semua keinginannya dapat ia capai. Namun sayang, semua kehebatannya justru membuat dia sombong. Tidak heran sih, perhatian istimewa dari seluruh keluarga untuknya tidak akan habis. Di dunia ini mungkin cuma satu yang ia sesalkan, yaitu mempunyai adik seperti saya. Sedih bukan? Maklum saja, segala kesempurnaannya harus terrusak dengan kehadiran saya. Bukan karena saya mengambil alih perhatian keluarga, ya itu memang benar, tapi dengan cara lain. Kalau Kak Wina mendapat perhatian karena kehebatannya, saya mendapat perhatian karena kecacatan saya. Ya, saya adalah anak cacat. Bukan autis, tapi buntung. Tangan dan kaki. Saat lahir saya adalah bayi yang normal. Dua mata, telinga, tangan, kaki dan satu hidung, serta mulut. Saya belum cacat. Saya ingat ketika masih kecil, saya sedang menggambar dengan pensil warna baru yang dibelikan Eyang, saya sangat senang waktu itu. Tapi tiba-tiba ketika saya selesai mengambil minum di dapur, dan ingin melanjutkan mewarnai gambar saya, Kak Wina mengambil pensil warna saya dan membawanya ke Rumah teman Kak Wina di seberang Rumah kami. Saya berlari mengejarnya, sampai saya mendengar bunyi klakson yang sangat keras dan gesekan ban mobil dengan aspal. Saat itu saya masih bisa melihat Kak Wina masuk ke Rumah tetangga kami. Yaah, kira-kira itulah peristiwa yang melatar belakangi tubuh saya saat ini. Hanya Eyang yang tahu cerita ini, karena hanya Eyang yang bertanya mengapa saya berlari ke seberang Rumah tanpa melihat kiri-kanan dahulu, dan saya menjawab kalau saya berlari mengejar Kak Wina yang membawa pensil warna saya. Seluruh keluarga saya, bahkan Mama dan Papa justru menganggap kecelakaan itu karena saya bermain di jalan. Saya tidak apa-apa, saya sangat bersyukur masih bisa hidup walau dengan tubuh yang cacat. Kak Wina pernah berkata lebih baik saya mati daripada seperti ini karena saking memalukannya. Saya sangat sedih, di saat saya kehilangan anggota badan saya dan saya sedang sangat terpukul oleh hal itu, justru Kakak yang saya sayang malah memaki saya. Dan dia sering memarahi saya ketika saya mulai putus asa. Tapi untunglah, perlahan saya tahu maksud Kak Wina, dia hanya tidak ingin adiknya menyerah dengan nasib. Kak Wina selalu menjadi penuntun untuk saya didepan, dan pendorong bagi saya dari belakang, dibalik kekecewaanya mempunyai adik seperti saya, Kak Wina adalah Kakak yang sangat bertanggung jawab pada adiknya. Dan saya juga beruntung, saya masih memiliki Eyang yang mengerti keadaan saya. Sekarang saya sudah terbiasa dengan keadaan saya, bahkan saya telah memakai tangan dan kaki palsu, walaupun palsu, tapi tetap sama saja kan fungsinya untuk memudahkan organisasi sistem gerak saya. Saya sudah memiliki motivasi, yaitu apapun keadaan saya, saya harus mampu melakukan segalanya, bahkan lebih baik dari Kakak. Selama ini, apapun yang saya lakukan selalu salah di mata Kak Wina, dia hanya ingin saya seperti dia. Siapa yang tidak mau jadi dia? Saya ingin, ingin sekali malah. Bukan saya pesimis dengan keadaan tubuh saya, tapi saya butuh waktu untuk menyesuaikan. Dia adalah anak emas yang selalu dibanggakan orang tua saya, bahkan Om dan Tante saya juga sangat akrab dengan Kak Wina, saya iri. Setiap kali ingin mengakrabkan diri dengan mereka, saya minder. Tapi semenjak diberi wejangan oleh Eyang, bahwa 'kalau kita minder, kapan kita bisa maju?' saya jadi bersemangat kembali untuk bersosialisasi. Kalau dipikir-pikir, sangat kontras sekali seorang Kak Wina memiliki adik seperti saya. Dulu saya pernah berharap. Berharap tidak pernah ada. Tapi saya masih punya harapan, dan asa itu masih ada. Sekarang saya memiliki adik, seorang adik yang lucu bernama Yudha Saniga. Saya sangat senang memiliki adik seperti Dik Yudha. Adik saya lucu, pintar, sama seperti Kak Wina, saya hanya berharap adik saya tidak sombong seperti kakak. Lewat Dik Yudha, saya seperti merasakan kelahiran harapan baru, harapan untuk terus berjuang dalam hidup ini. Tanpa menyerah, tanpa putus asa, dan tanpa minder. Apapun yang terjadi, saya akan berusaha keras menjadi Kakak terbaik untuk Dik Yudha, seperti Kak Wina menjadi Kakak terbaik untuk saya :)
Nb: Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Apabila terjadi kesamaan nama, tokoh, tempat bahkan kisah itu adalah kebetulan semata. Jangan GR ataupun marah. Cerita ini hanya untuk hiburan dan mengisi kekosongan blog saya :D
Terimakasih, :)
Hari-hari terus berlalu
Tiada pernah berhenti
Seribu rintang jalan berliku
Bukanlah suatu penghalang
Hadapilah segala tantangan
Mohon petunjuk Yang Kuasa
Ciptakanlah kerukunan bangsa
Kobarkanlah, dalam dada
Semangat jiwa Pancasila...
Reff:
Hidup tiada mungkin...
Tanpa perjuangan,
Tanpa pengorbanan,
Mulia adanya...
Berpegangan tangan...
Satu dalam cita...
Demi masa depan...
Indonesia Jaya...
Tiada pernah berhenti
Seribu rintang jalan berliku
Bukanlah suatu penghalang
Hadapilah segala tantangan
Mohon petunjuk Yang Kuasa
Ciptakanlah kerukunan bangsa
Kobarkanlah, dalam dada
Semangat jiwa Pancasila...
Reff:
Hidup tiada mungkin...
Tanpa perjuangan,
Tanpa pengorbanan,
Mulia adanya...
Berpegangan tangan...
Satu dalam cita...
Demi masa depan...
Indonesia Jaya...
I have a new spirit .
At this moment, its being the biggest spirit which I have .
Honestly, I have been tired defend for us, but I had to fight for their .
J'ai un esprit nouveau.
En ce moment, son être le plus grand esprit que j'ai.
Honnêtement, j'ai été fatiguée pour nous défendre, mais j'ai dû me battre pour leur.
私は新しい精神を持っている。
この時点で、その私が持っている最大の精神であること。
正直、私は私たちのために守る疲れてきたが、私は彼らのために戦わなければならなかった。
正直、私は私たちのために守る疲れてきたが、私は彼らのために戦わなければならなかった。
Hallo :)
Postingku yang lalu selalu diliputi kegalauan, ada yang aku publishin, tapi ada juga yang disave ke draft. Sekarang aku udah lumayan berkurang kegalauannya. Dan itu semua berkat G-piip dan Kak-piip. Hahahahaha :D
Walaupun masih belum bisa nyabangin pikiran, alias masih fokus buat G-piip, tapi sekarang bisa dibawa enjoy aja. Walaupun juga G-piip masih sering bikin kesel+muthung, tapi mendinglah soalnya ada Kak-piip :P
Kak-piip yang paling bikin aku ngerasa dianggep.
Sebenernya kalo boleh jujur, aku ga suka ngeblog ke Fhiyaisme ada yang disensor pake 'piip' gitu, tapi ya gimana lagi, pertama imageku udah frontal, kedua emang ga boleh frontal. Haha, ya inilah sebenernya yang aku hindarin waktu nyemplung hingga akhirnya basah dan kelep (tenggelam) didalem P-piip :D
Tapi gapapalah, wes kadung juga :)
Bisa mentas kapan ya?
NB: Sekarang mottoku pake bahasa arab, motto terkenal sih, aku tau dari buku Negeri 5 Menara :D
MAN JADDA WAJADA :)
Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil...
Pergi hiking pagi-pagi..
Di Banyubiru..
Jalan terjal bikin pegel, kaki terjegal..
Baru jalan spuluh menit, minum sudah habis..
Waktunya mau turun, takutnya ngglundung..
Waktunya mau turun, takutnya ngglundhung..
Hahahahaha :D
Sekarang hidupku udah kayak ga ada tujuan. Bahkan aku kayak lupa "taste"nya hidup.
Ga ada motivasi, dari siapapun, untuk apapun...
Aku udah lupa cara kerja Fhiya yang dulu, Fhiya yang semangat, selalu punya cara untuk memotivasi dirinya sendiri, Fhiya yang ga putus asa, sampe bikin 10 karya tulis walaupun cuma 1 yang menang, Fhiya yang punya motto hidup nyontek buku Sidu "Where there is a will, there is a way". Sekarang udah kayak hilang ga berbekas lagi motto itu, malah diganti "LOYALITAS bukanlah PERJANJIAN". Menurutku pribadi, statement itu bukan motto.Tapi entah mengapa aku malah jadiin itu motto. Boleh dibilang, itu statement 'sindiran'. Sindiran buat orang-orang yang emang ga akan pernah ngerasa disindir!
Jujur, aku udah capek, capek sama semua ini. Pernah aku berfikir, kapan bisa hidup normal lagi? 2-3 tahun lagi? Beberapa bulan yang lalu, postinganku tentang ini pernah aku published. Disitu aku bilang yang intinya "Kangen kehidupanku yang dulu". Tapi sekarang aku sadar, inilah hidup normalku yang sekarang. Aku udah milih jalan ini, jalanin aja sampai ketemu persimpangan jalan yang lain, toh juga waktu diibaratin jalur satu arah, ga bisa balik..
Btw sebelumnya mau jelasin dulu apa itu live in, live in adalah salah satu kegiatan di SMA 3 Semarang untuk program character building. Jadi seperti KKN di desa, mirip acara 'Jika Aku Menjadi' di Trans TV.
Kebetulan kelas X-2 berpasangan dengan kelas X-7 di Desa Jetis Pakisan, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.
Bapak asuhku seorang petani, namanya Pak Anwar, usianya sekitar 70 tahun, dan istrinya Mbah Yah (Sumiriah) yang berusia 65 tahun. Mereka tinggal bersama putra kelimanya, yang bernama Pak Dul (Abdul Mukhti). Pak Anwar dan Mbok Yah juga punya 2 cucu laki-laki bernama Patih dan Faris. Patih sekarang duduk di kelas 5 MI Jetis Pakisan, kalo Faris umurnya 4 tahun. Mereka kasihan, ditinggal Ibunya jadi TKW di Arab udah setahun, ya tapi masih ada Bapaknya sih :P
Teman serumahku Vera. Langsung aja ya ceritanya...
Hari pertama
Sampai Pakisan sekitar pukul 11.00, kumpul di rumah Pak Tugiyo (Kamituwo) lalu dijemput orang tua asuh masing-masing, Aku & Vera dijemput Pak Dul naik motor.
Sampai di rumah, aku langsung disambut ramah sama Pak Anwar, Mbok Yah juga.
Aku perkenalan diri, terus sok akrab :D
Kamar kami ada di bagian depan, tepatnya sebelah kanan ruang tamu, lumayan gede sih, yang jelas kamar itu nyaman banget :)
Baru dateng, kami udah disuruh istirahat, haha padahal ga capek juga cuma duduk di dalem Bis ini :D
Kami melihat-lihat isi rumah, kamarnya kira-kira ada 4, dapurnya di belakang masih pakai tungku + kayu bakar. Kalau kamar mandinya ada diluar rumah, tapi deketlah, cuma 5 meter-an :D
Jadi, hari pertama kami dipetik'in jambu sama Pak Anwar, terus nonton TV deh :P
Oya, sorenya kami main air di kali, kebetulan kalinya lumayan deket sama rumah, jadi tiap hari bisa ke kali :D
Malemnya, habis Maghrib ada sharing di Rumah Pak Tugiyo (Kamituwo), sempet mati lampu beberapa menit, tapi habis itu nyala lagi. Pulang sharing sekitar jam 9-10an, pintunya udah dikunci, ga enak baru hari pertama udah pulang malem, ganggu orang rumah yg udah tidur :(
Hari Kedua
Yee, udah hari kedua, itu artinya udah saatnya kerja full :D
Hari ini planning kami memanen, ya metik jambu, metik lombok, pergi ke sawah pokoknya.
Karena kakiku lagi sakit, dan karena Pak Dul baik hati, jadinya kami dipinjemin motor (halah) :D
Jadi kami bertiga ke sawah naik 2 motor, aku boncengan sama Vera.
Sampai di Kebun Jambu, kami langsung metik jambu2 yang udah matang, warnanya hijau muda agak kekuningan. Rasanya manis, dalamnya merah.
Selesai memetik jambu, kami panen lombok. Di kebun lomboknya Bapaknya Patih & Faris. Lombok2 ini kemudian dijual, katanya kalau di tengkulak 35.000/kg, jadi kalo mau beli lombok kesini aja ya (jauuh buk) haha :D
Setelah pulang dari sawah, kami istirahat sebentar di rumah, habis itu main ke kali (lagi) :D
Tiap sore mampir ke mi ayamnya Bapaknya Dila,ga beli soalnya lagi 'kebelet" hehe, ga bisa BAB di rumah, terus numpang di Rumah Vallen+Slamet, sama Dina, haha :D
Malemnya sharing di Rumah Kiki, pulang jam 10an.
Hari Ketiga
Hari terakhir nih, besok udah pulang. hikshiks ;(
Ga mau nyia-nyiain waktu lagi, pagi-pagi aku sama Pak Dul ke sawah, si Vera mau mandi dulu, habis itu nyusul.
Eh, di perjalanan malah ketemu Shinta sama Afista lagi nganggur, yaudah ajakin aja ke sawah bareng. Kami ke kebun lombok yang masi imut (kecil.red). Disini kami memetik tunas yang ada di ketiak daun lombok. Kata Pak Dul biar cepet tumbuh tinggi lomboknya.
Selasai nyabutin tunas lombok, kami jalan-jalan mengelilingi sawahnya Pak Anwar + Pak Dul. Luas banget, bapaknya sugeh tanah :D
Ternyata Sekolah MI yang di depan lapangan voli itu tanahnya Pak Anwar yang dihibahkan kepada Pemerintah untuk membangun sekolah. :)
Udah capek, lalu kami pulang. Terus aku main ke rumah Den2, Shinta, Afista, Dila, Debi ngajak ke kali :D
Habis dari kali, aku mandi di Rumah Dian, sama Afista + Shinta.
Malemnya ga da sharing, diganti dang-dut-an buat acara perpisahan.
Warga disana antusias banget sama yang namanya dang-dut-an, haha :D
Seru sih, tapi lagu yang aku tau cuma Cinta Satu Malam, oya yang maju ke panggung buat joged sama biduanitanya tu Si Ade kelas X-7. Haha, gokil banget tu anak :D
Kami pulang sekitar jam 11-12an.
Pulang :(
Yaah, ga kerasa udah 3 hari disini, rasanya tidak mau/ingin/berniat pulang :(
Paginya setelah Solat Subuh, aku packing barang-barang. Cuma sedikit, jadi bisa cepet.
Sebelum pulang, kami sempet foto-foto satu keluarga di depan rumah gitu, sayang ga sempet pamit sama Patih & Faris, mereka udah pulang ke rumahnya.
Kami di oleh-olehi jambu sama Pak Dul & Pak Anwar. Jadi ga enak, dateng cuma bawa ransel, pulang malah dapet jambu :P
Berangkat sekitar jam 9-10an, padahal udah stand by dari jam 7 coba.
Alhamdulillah selamet ssampai Semarang. Pulang ke rumahnya bareng Den2, Oldi, Ratri, Ian, Yoga, Hanifah naik Bis biasa.
Turun Sukun, aku naik angkot, udah di depan Gereja, kan kiri tuh, ga da 10 detik pasca turun dari angkot, ada Ibu2 lewat tanya "Jualan apa mbak?" --> maksudnya? (-_-')
Secara gitu, aku pake topi, jaket, nggendong ransel, bawa kardus isi jambu, udah kayak anak panti asuhan yang minta sumbangan, hahahahaha :D
Yups, Live In emang seru, tambah seru lagi kalo nggak usah buat laporan :D
Udah dulu ya, Wassalamualaikum.

